Rabu, 4 Maret 2026

Berita Viral

10.000 Karyawan Panasonic di PHK Karena Penjualan Turun Drastis, Bagaimana Nasib Pekerja?

Panasonic Holdings Corporation akan mengurangi pekerjanya sebanyak 4 persen dari total stafnya. Ini artinya akan ada 10.000 karyawan akan di PHK

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 10.000 Karyawan Panasonic di PHK Karena Penjualan Turun Drastis, Bagaimana Nasib Pekerja?
istimewa
ILUSTRASI PHK - Panasonic Holding Corporation mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan 10.000 karyawannya. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Ekonomi Republik Indonesia (RI) melemah, Pemutusan Kontrak Karyawan pun di mana-mana.

Termasuk salah satu perusahaan yakni Panasonic Holdings Corporation.

Mereka akan mengurangi pekerjanya sebanyak 4 persen dari total stafnya.

Ini artinya akan ada 10.000 karyawan akan di PHK.

Baca juga: Terungkap Motif Tahanan yang Kabur di PN Jakarta Utara, Ternyata Temui Sang Pacar

Dilansir dari Kompas.com, Pemutusan hubungan kerja (PHK), yang dibagi secara merata antara operasi domestik dan internasional, merupakan bagian dari inisiatif restrukturisasi komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. 

Perusahaan melaporkan penurunan laba bersih sebesar 17,5 persen untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025, yaitu sebesar 366 miliar yen (Rp 41 triliun), turun dari 443 miliar yen pada tahun sebelumnya. 

Total penjualan juga mengalami sedikit penurunan menjadi 8,46 triliun yen (Rp 963 miliar). 

Baca juga: Daftar Nama Korban yang Meninggal Dunia dalam Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut

Panasonic mengaitkan penurunan ini dengan perlambatan ekonomi global dan berkurangnya permintaan untuk kendaraan listrik, meskipun penjualan domestik untuk AC dan barang elektronik tetap kuat. 

Restrukturisasi ini akan melibatkan pensiun dini dan konsolidasi atau penutupan berbagai unit bisnis, terutama yang menargetkan fungsi penjualan dan administrasi. 

Panasonic mengantisipasi biaya restrukturisasi atau pesangon sekitar 130 miliar yen (Rp 14 triliun) selama tahun fiskal ini. 

Terlepas dari tantangan saat ini, Panasonic tetap optimistis dengan masa depannya, memproyeksikan peningkatan laba hingga 300 miliar yen (Rp 34 triliun) pada tahun fiskal 2029 melalui reformasi manajemen yang signifikan dan perampingan operasional. 

Baca juga: Detik-detik Belasan Orang Jadi Korban Pemusnahan Amunisi di Garut, Berawal dari Selongsong

Perusahaan juga berencana untuk terus berinvestasi dalam produksi baterai kendaraan listrik dan memperluas kemitraan pasokan dengan produsen mobil Jepang seperti Mazda dan Subaru. 

CEO Yuki Kusumi menyatakan penyesalannya atas pemutusan hubungan kerja ini, tetapi menekankan bahwa hal ini diperlukan untuk perbaikan jangka panjang perusahaan. 

Dia juga mengumumkan rencana untuk mengembalikan sekitar 40 persen dari kompensasi sebagai bentuk pertanggungjawaban. 

Baca juga: Pemusnahan Amunisi Kadaluarsa di Garut Makan Korban, 13 Orang Tewas

PHK di Panasonic ini akan mulai dilaksanakan pada Maret 2026, dengan mematuhi undang-undang ketenagakerjaan setempat. 

Saham Panasonic naik 2 persen di Tokyo setelah pengumuman tersebut, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi restrukturisasi perusahaan.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved