Pemusnahan Amunisi di Garut
Detik-detik Belasan Orang Jadi Korban Pemusnahan Amunisi di Garut, Berawal dari Selongsong
Belasan orang menjadi korban dalam pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat. Begini kronologinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dghjmftghmfjhgtm.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Belasan orang menjadi korban dalam pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat.
Ada 13 korban diantaranya 7 orang tewas dan 6 orang lainnya luka-luka.
Pemusnahan bom yang dilakukan di Dea Sagara, Kecamatan Cibalong, Senin (12/5/2025) pagi cukup membuat heboh masyarakat Indonesia.
Baca juga: Pemusnahan Amunisi Kadaluarsa di Garut Makan Korban, 7 dari 13 Orang Tewas
Pemusnahan ini awalnya berjalan dengan lancari di pantai.
Namun, setelah amunisi ini dimusnahkan, sejumlah warga langsung mendekati lokasi tanpa memastikan terlebih dahulu.
Dilansir dari TribunJabar.id, Mereka mendekat untuk mengumpulkan selongsong bom.
Selongsong bahan peledak itu memang bernilai jual tinggi karena terbuat dari besi dan kuningan.
Baca juga: Roy Suryo Akui Ijazah Jokowi dari Medsos, Ahli Forensik: Tak Bisa Diperiksa!
Namun, para korban tak menyadari jika ada bom atau peledak yang belum meledak sepenuhnya.
Akhirnya, 13 orang menjadi korban dan setidaknya 7 orang di antaranya tewas.
Dari informasi yang dihimpun Tribunjabar.id saat ini sejumlah korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio dan Sagitarius Hari Ini Selasa 13 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan
Hal tersebut di juga dikatakan oleh Dedi Duha keluarga dari salah satu korban.
Ia menyebut saat ini saudaranya sudah berada di RSUD.
"Kami sedang menunggu, katanya, almarhum mau diotopsi dulu," ujar Dedi saat dihubungi Tribunjabar.id Garut.
Ia menuturkan belum mengetahui pasti kronologi kejadian ledakan tersebut, saat ini ucapnya sejumlah keluarga korban terfokus di RSUD Pameungpeuk.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio dan Sagitarius Hari Ini Selasa 13 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan
Dari sepengetahuan Dedi, korban berjumlah 13 orang. Mereka saat ini sudah berada di rumah sakit.
"Ada 13 orang korban, kronologinya belum tau ya kami masih panik, mohon doa saja untuk Kang Rush (korban) moga husnul khatimah," ucapnya.
Tragedi ledakan tersebut juga jadi pembahasan intens di berbagai Grup WhatsApp warga di wilayah Garut Selatan.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id