Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Konawe, Getaran Terasa di Kendari

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 2,5 mengguncang wilayah daratan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 13 Mei 2025, pukul 16:57 W

Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA BUMI -- Baru saja terjadi gempa bumi dirasakan di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNGORONTALO.COM, KENDARI – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 2,5 mengguncang wilayah daratan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 13 Mei 2025, pukul 16:57 Wita. 

Gempa ini berpusat di koordinat 3.96 Lintang Selatan dan 122.37 Bujur Timur, dengan kedalaman hanya 10 kilometer, sehingga masuk kategori gempa dangkal.

Meski berkekuatan kecil, getarannya terasa di Kota Kendari dengan intensitas Skala II MMI (Modified Mercalli Intensity), menurut data resmi dari BMKG.

Skala II MMI mengindikasikan getaran ringan yang dirasakan oleh sebagian orang, terutama di dalam rumah, namun tidak menimbulkan kerusakan.

Wilayah Episentrum dan Potensi Dampak

Episentrum gempa berada di wilayah daratan antara Kecamatan Pondidaha dan Wonggeduku, sekitar 25 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Konawe di Unaaha.

Wilayah ini berada dalam zona seismik aktif karena dekat dengan beberapa sesar lokal di Sulawesi Tenggara.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kendari, Rizki Santosa, menjelaskan bahwa meski magnitudonya tergolong kecil, kedalaman gempa yang dangkal membuat getarannya dapat terasa hingga ke permukiman padat seperti Kendari.

Wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Konawe dan Kendari, memang kerap mengalami gempa kecil hingga sedang.

Aktivitas ini dipengaruhi oleh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta beberapa sesar aktif di daratan Sulawesi.

Data BMKG menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir, wilayah ini telah beberapa kali diguncang gempa magnitudo 2 hingga 4, yang sebagian besar berpusat di darat dengan kedalaman dangkal.

Pentingnya Edukasi dan Kesiapsiagaan

BMKG juga mengingatkan masyarakat bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi, sehingga penting untuk selalu siap siaga.

Edukasi tentang langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa sangat dibutuhkan, terutama di wilayah rawan seperti Sulawesi Tenggara.

Beberapa tips dari BMKG:

Saat terjadi gempa, segera lindungi kepala dan tubuh, berlindung di bawah meja atau struktur kuat.

Jika di luar ruangan, menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, dan pepohonan.
Setelah gempa, periksa kondisi bangunan dan instalasi rumah.

BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 17.30 WITA belum tercatat adanya gempa susulan yang signifikan.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved