Rabu, 18 Maret 2026

Mata Lokal Fest 2025

Mata Lokal Fest 2025, Menteri Maman Abdurrahman Bicara Soal Tarif Impor Trump hingga Utang UMKM

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman pembicara dalam acara Mata Lokal Fest 2025 Tribun Network

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Mata Lokal Fest 2025, Menteri Maman Abdurrahman Bicara Soal Tarif Impor Trump hingga Utang UMKM
Tribunnews Marcomm
MATA LOKAL FEST - Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman hadir sebagai pembicara di agenda Summit Mata Lokal Fest 2025, Kamis (08/05/2025). 

"Jadi adik-adik ini semuanya nanti ini semua pokoknya ada di sini, nggak usah jadi pegawai, pegawai begini-begini, itulah Pak. Jadi kerjaan saya terus sekarang ini memprovokasi itu saja," tegas Maman.

 Maman mengaku, salah satu tugas yang diamankan Presiden RI Prabowo Subianto adalah meningkatkan proporsi jumlah usaha kecil dan menengah sebesar 3,10 persen dan rasio kewirausahaan 3,10 persen. 

Sehingga Maman mendorong masyarakat untuk berwirausaha. Hal ini untuk mencapai target dalam mengejar angka rasio kewirausahaan.

"Ini yang memang menjadi KPI kami Kementerian UMKM," ungkapnya.

Hadapi Kebijakan Tarif Impor Trump, Menteri Maman Sebut RI Bisa Lakukan Diversifikasi Pasar

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, diversifikasi pasar merupakan satu-satunya solusi dalam menghadapi kebijakan tarif resiprokal yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Tapi saya bilang begini, salah satu solusinya adalah diversifikasi pasar. Jadi salah satu langkah kita adalah kita udah mulai melihat pasar-pasar negara lain selain Amerika," kata Maman dalam acara Mata Lokal Fest 2025 Tribun Network dengan tajuk “Cutting Edge for Local Sustainability” di Hotel Shangrila, Kamis (8/6/2025).

Meski begitu, Maman mengaku bahwa untuk melakukan diversifikasi pasar memang membutuhkan proses dan waktu yang tidak sedikit. Sehingga yang menjadi prioritas adalah diversifikasi pasar untuk domestik terlebih dahulu.

 "Mungkin butuh waktu kurang lebih 1 tahun. Tapi kalau kami main dalam konteks diversifikasi pasar domestik dan kami jadikan ini sebagai first priority untuk mendorong produk-produk lokal kita dibeli oleh orang-orang Indonesia, itu menurut saya jauh lebih mudah daripada kita ingin mulai membuka diversifikasi pasar negara lain," tutur dia.

"Nah ini juga salah satu kita untuk menjaga supply chain ataupun rantai pasar kita,"imbuhnya menegaskan.

Menteri UMKM : Perkuat UMKM untuk Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

Menteri Maman memaparkan kerangka dan kebijakan Kementerian UMKM RI dalam memperkuat ketahanan ekonomi akar rumput (grassroots), meningkatkan daya saing produk lokal, dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) melalui program utama tentang penyediaan akses pendanaan, pelatihan, digitalisasi, dan perluasan pasar.

Ia menyebut, Kementerian UMKM saat ini diberikan amanah untuk mengurus sekitar 57-67 juta unit UMKM. Lewat program pengembangan kapasitas, transformasi digital, dan model bisnis inklusif, Kementerian UMKM bertugas untuk memastikan agar UMKM terus naik kelas serta meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas agar terus tumbuh dan berkontribusi bagi ekonomi yang berkelanjutan.

Namun saat ini masih terdapat berbagai isu strategis yang menjadi tantangan UMKM untuk naik kelas, termasuk soal pembiayaan. Adapun jumlah Usaha Mikro di Indonesia per tahun 2024 berjumlah 99,71 persen, Usaha Kecil 0,24 persen, dan Usaha Menengah 0,05 persen.

“Ini realitas, ada sebuah tantangan besar yang kita ingin terobos agar angka 99 persen bisa berkurang dan angka kecil dan menengahnya naik,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved