Minggu, 22 Maret 2026

Berita Nasional

Guru ASN di Tuban Tetap Terima Gaji Padahal Sudah 3 Tahun Tak Pernah Masuk Ngajar di Sekolah

Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diduga tiga tahun mangkir dari tugasnya.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Guru ASN di Tuban Tetap Terima Gaji Padahal Sudah 3 Tahun Tak Pernah Masuk Ngajar di Sekolah
freepik
ILUSTRASI GURU -- Seorang guru di Jatim tetap terima gaji padahal sudah 3 tahun tak masuk-masuk sekolah. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diduga tiga tahun mangkir dari tugasnya.

Guru inisial RHP diduga kuat telah mangkir dari tugasnya sebagai guru olahraga di Sekolah Dasar (SD) Negeri Parangbatu 1, Kecamatan Parengan.

Mirisnya, ia mangkir selama hampir tiga tahun lamanya dan meninggalkan tugas utamanya. 

Lebih ironisnya, oknum guru tersebut disinyalir masih menerima gaji dan berbagai tunjangan layaknya guru aktif hingga saat ini.

Kondisi ini jelas mengundang keprihatinan mendalam terkait efektivitas sistem pengawasan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di sektor pendidikan.

Tono, seorang guru kelas di SD Negeri Parangbatu 1, enggan memberikan komentar detail terkait ketidakhadiran rekan sejawatnya itu.

Ia hanya mengaku jarang melihat RHP saat berkumpul di ruang guru saat jam istirahat.

"Kalau di ruang guru mejanya sih ada, tapi kalau orangnya saya belum ketemu, coba tanya ke kepala sekolah saja, Mas, yang lebih tahu," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Keterangan ini mengindikasikan bahwa ketidakhadiran RHP sudah menjadi rahasia umum di lingkungan sekolah, namun tindakan tegas terkesan lamban.

Kepala Sekolah SD Negeri Parangbatu 1, Tri Kuntari, juga memilih bungkam dan menolak memberikan keterangan terkait permasalahan guru olahraga "hantu sekolah" tersebut.

"Maaf, Mas ya, saya enggak mau, sudah tidak usah," katanya singkat saat ditemui di sela-sela kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di GOR Tenis Indoor Kodim 0811 Tuban, Kamis (8/5/2025).

Sikap kepala sekolah yang enggan berkomentar justru menimbulkan spekulasi dan pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di internal sekolah.

Rudi Priyono, rekan seprofesi RHP, membenarkan informasi mengenai lama tidaknya RHP datang ke sekolah.

Sebagai teman, ia mengaku pernah menasihati RHP untuk tetap menjalankan tugasnya.

"Sudah pernah saya sarankan agar masuk dan tetap mengajar di sekolah, tetapi Beliau memiliki prinsip sendiri, ya tidak bisa memaksakan," ungkap Rudi saat ditemui Kompas.com, Kamis (8/5/2025).

Pengakuan rekan guru ini memperkuat dugaan bahwa RHP memang sengaja tidak menjalankan tugasnya dalam waktu yang sangat lama.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Abdul Rahmat, akhirnya membenarkan kabar terkait oknum guru RHP yang tidak pernah masuk sekolah.

Pihaknya menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam proses penanganan dan telah dilimpahkan ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban.

"Iya benar, Mas, ini sudah diproses dan sudah disampaikan ke BKPSDM, nanti hasilnya kita sampaikan," jelas Abdul Rahmat kepada Kompas.com, Jumat (9/5/2025). 

Lebih lanjut, Abdul Rahmat mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban saat ini tengah melakukan monitoring dan evaluasi kinerja terhadap seluruh guru dan tenaga pendidik di lingkungannya.

"Sebetulnya tidak hanya RHP, tetapi ada beberapa guru juga yang saat ini sedang proses evaluasi kinerjanya," pungkasnya.

Pengakuan adanya guru lain yang dievaluasi kinerjanya mengindikasikan bahwa permasalahan absensi mungkin bukan kasus tunggal di lingkungan Dinas Pendidikan Tuban. Ini tentu menjadi lampu merah bagi kualitas pendidikan di daerah tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved