Puting Beliung di Gorontalo

Harapan Yanti Jafar yang Rumahnya di Pentadio Timur Gorontalo Tertimpa Kelapa Dampak Puting Beliung

Dampak angin puting beliung yang menerjang Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, masih menyisakan duka mendalam bagi warga.

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Harapan Yanti Jafar yang Rumahnya di Pentadio Timur Gorontalo Tertimpa Kelapa Dampak Puting Beliung
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
TERTIMPA POHON - Yanti Jafar (46) saat berada di belakang rumahnya yang tertimpa pohon kelapa, Senin (5/5/2025). Yanti saat ini membutuhkan bantuan untuk perbaikan kembali rumahnya yang rusak. FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo menjelaskan perihal bencana alam yang terjadi sore tadi di Gorontalo, Senin (5/5/2025). 

Menurutnya, angin kencang yang merusak puluhan rumah di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, merupakan fenomena puting beliung.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, Nike Noermasari Waluyo, puting beliung adalah fenomena alam.

Ini merupakan fenomena berupa angin kencang yang berputar menyerupai belalai, yang berasal dari awan Cumulonimbus (Cb). 

Kecepatan angin jenis ini dapat melampaui 50 kilometer per jam dan biasanya terjadi menjelang hujan lebat yang disertai kilat atau petir.

"Puting beliung sering kali muncul pada kondisi atmosfer yang sangat labil, di mana udara dalam keadaan sangat tidak stabil," ujar Nike kepada TribunGorontalo.com, Senin (5/5/2025).

Ia menambahkan, puting beliung sangat sulit diprediksi karena bersifat lokal dan erat kaitannya dengan fase pertumbuhan awan Cumulonimbus.

Dari hasil analisis citra radar cuaca, BMKG mendeteksi adanya sebaran awan konvektif signifikan yang bergerak dari arah barat.

Tepatnya awan itu bergerak dari wilayah Limboto menuju ke arah lokasi kejadian.

Aktivitas awan tersebut terpantau sebelum hujan lebat mengguyur wilayah Pentadio Timur antara pukul 13.38 hingga 14.08 Wita.

Berkaca pada kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti hujan lebat, banjir, longsor, dan angin kencang, yang bisa terjadi kapan saja, khususnya di masa peralihan musim.(*)

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved