Puting Beliung di Gorontalo
Curhat Pasutri di Gorontalo Kehilangan Segalanya Karena Puting Beliung, Rumah Roboh tak Tersisa
Pasangan suami istri, Umar Ismail dan Ratna Abu Bakar, warga Dusun Hilingo, Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, harus menghad
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANGIN-PUTING-BELIUNG-Rumah-milik-Umar-Ismail-dan-istrinya-Ratna-Abu-Bakar-di-Dusun-Hilingo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pasangan suami istri, Umar Ismail dan Ratna Abu Bakar, warga Dusun Hilingo, Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, harus menghadapi kenyataan pahit.
Rumah sederhana yang menjadi tempat berlindung mereka porak-poranda diterjang angin puting beliung pada Senin (5/5/2025) sekitar pukul 14.30 Wita.
Umar Ismail menceritakan kepada Tribun Gorontalo, saat kejadian ia berada di sekitar rumahnya ketika tiba-tiba angin kencang datang menerjang.
Refleks, Umar langsung berlari menyelamatkan diri.
"Saya tadi masih di sekitar rumah, tapi pas rumah saya roboh, saya langsung lari ke arah rumah warga lain," ungkapnya dengan nada syok.
Ia menyaksikan sendiri bagaimana 10 lembar atap seng miliknya terbang entah ke mana akibat dahsyatnya terjangan angin.
"Seng milik saya pun terbang entah ke mana," jelasnya.
Kini, Umar dan Ratna terpaksa harus mengungsi sementara waktu ke rumah keluarga mereka yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya.
"Ada keluarga di sana, saya akan tinggal dulu di situ untuk sementara waktu," ujar Umar sambil mencoba tersenyum tegar.
Beruntung, Umar masih sempat melihat datangnya angin sehingga bisa menyelamatkan diri.
Namun, sang istri, Ratna Abu Bakar, sedang berjualan di tempat lain saat kejadian nahas itu menimpa rumah mereka.
Ratna yang baru tiba di lokasi hanya bisa meratapi kondisi rumahnya yang hancur.
Dengan nada pilu, ia mengatakan bahwa tidak ada satu pun barang di dalam rumah yang bisa diselamatkan.
"Tidak ada sama sekali barang yang bisa kami selamatkan," ujarnya.
Bahkan, pakaian mereka pun ikut terbawa angin dan tidak diketahui keberadaannya.