Kurs Rupiah

Kembali Menguat, Cek Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS Hari Ini Jumat 2 Mei 2025

Cek kurs rupiah terhadap dollar AS hari ini, Jumat, 2 Mei 2025. Melansir dari Kompas.com, rupiah kembali menguat di akhir perdagangan.

Editor: Fadri Kidjab
(Tribun Solo/ Naufal Hanif)
KURS RUPIAH - Ilustrasi uang rupiah, Cek kurs rupaih terhadap dollar AS hari ini, Jumat (2/5/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Cek kurs rupiah terhadap dollar AS hari ini, Jumat, 2 Mei 2025.

Melansir dari Kompas.com, rupiah kembali menguat di akhir perdagangan.

Diketahui, sebelum libur Hari Buruh Internasional atau May Day sebesar Rp 16.679 per dollar AS.

Di sisi lain, mata uang Jepang (Yen) juga menguat 0,21 persen. Juga won Korea Selatan menguat 1,70 persen, peso Filipina menguat 0,45 persen, rupee India menguat 0,40 persen, ringgit Malaysia menguat 0,88 persen, serta baht Thailand menguat 1,13 persen.

Kemudian, dollar Hong Kong menguat 0,01 persen, dollar Singapura menguat 0,69 persen, serta dollar Taiwan menguat 4,15 persen.

Pengamat komoditas dan mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa penguatan rupiah bersamaan dengan mata uang Asia lainnya didukung meredanya ketegangan perang dagang. 

"Rupiah dan mata uang regional menguat tajam merespon positif pernyataan dari China yang bersedia membuka dialog tarif dengan AS," ujar Lukman kepada Kompas.com, Jumat (2/5/2025). 

Sinyal meredanya perang dagang muncul usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa perjanjian dagang dapat dicapai dengan India, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca juga: KPU Gorontalo Utara Optimis Tiada PSU Kedua meski Ada Gugatan Roni Imran - Ramdhan Mapaliey ke MK

Dia juga menyebut ada peluang yang sangat bagus untuk kesepakatan dengan China. 

Sementara dari sisi dalam negeri, rilis indeks harga konsumen (IHK) April 2025 yang menunjukkan terjadi inflasi 1,95 persen (year on year/yoy) telah menjadi sentimen positif terhadap rupiah. 

Laju inflasi secara tahunan itu lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 1,03 persen (yoy). 

Lukman bilang, kenaikan inflasi itu mengindikasikan aktivitas ekonomi dalam negeri meningkat seiring membaiknya kondisi permintaan. 

"Dari internal, data yang menunjukkan inflasi bulan April yang naik lebih tinggi dari harapan, (menunjukkan) membaiknya permintaan," kata dia.

Sebelumnya, Pengamat Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa sentimen pasar keuangan pagi ini terlihat membaik dengan positifnya pergerakan indeks saham regional. 

Terakhir, ada sinyal pemerintah China yang terbuka terhadap proses negosiasi tarif dengan AS.

Menurut Ariston, hal ini tentunya kabar positif untuk pasar keuangan. 

"Rupiah berpeluang menguat lagi terhadap dollar AS dengan potensi penguatan ke area 16.550, dengan potensi resisten di kisaran 16.630," kata dia.

Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa proyeksi pelambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, serta kontraksi indeks manufaktur Indonesia di bulan April 2025 menurut S&P, bisa memberikan sentimen negatif terhadap rupiah. 

"Jadi tekanan terhadap rupiah belum hilang," tutup dia. 

Sementara itu, mengacu pada kurs tengah Jisdor, nilai tukar rupiah pada Rabu (30/4/2025) berada di level Rp 16.679 per dollar AS, atau menguat dibandingkan hari Selasa (29/4/2025) yang berada di level Rp 16.787 per dollar AS. 

Adapun kurs di bank-bank besar di Indonesia, seperti di BRI, kurs jual dipatok pada Rp 16.649 per dollar AS. Kurs jual berarti pihak bank menjual dollar AS pada posisi ini.

Berikut adalah kurs rupiah hari ini di 5 bank. 

BRI Jual 16.649 Beli 16.548 

Bank Mandiri Jual 16.610 Beli 16.580 

BNI Jual 16.700 Beli 16.520 

BCA Jual 16.540 Beli 16.520 

CIMB Niaga Jual 16.630 Beli 16.605 


Demikian adalah kurs rupiah hari ini di 5 bank besar.  


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Menguat ke Level Rp 16.437, Meredanya Perang Dagang Jadi Sentimen Positif"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved