Kasus HIV Gorontalo
256 Kasus HIV/Aids di Kabupaten Gorontalo, Didominasi Pekerja Swasta
Sebanyak 358 kasus HIV/Aids di Kabupaten Gorontalo dalam kurun waktu tahun 2007-2024.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-pengidap-HIV-AIDS-di-Jakarta.jpg)
Ia menerangkan dari kasus itu yang meninggal ada sekitar 40 persen atau sebanyak 361 dari tahun 2001 ke 2024.
"Itu belum yang sudah pindah atau sudah nonaktif, untuk yang nonaktif ini kemungkinan sudah meninggal tapi tercatat di kami masih aktif jadi kami kategorikan ODHIV non aktif," terangnya.
Namun meski demikian ada sebanyak 648 yang sudah ARV. Artinya, potensi mereka menularkan penyakit kian berkurang.
"Kalau sudah minum obat berarti risiko penularan ke orang lain berkurang," jelasnya.
Ia menyebutkan sejauh ini dinas kesehatan telah berupaya untuk pencegahan lebih dini untuk kasus Aids dan HIV.
Hal itu dibuktikan dengan adanya deteksi aids dan hiv yang lebih banyak.
"Justru karena kita kerja kita melakukan deteksi dini maka kita mendapatkan kasus yang tinggi," bebernya.
Sementara itu, ada banyak langkah-langkah yang telah diambil dengan melakukan pengobatan secara gratis kepada pasien yang sudah terjangkit, lalu kemudian sosialisasi ke semua pihak.
"Jadi semua pihak harus berperan aktif untuk menangani aids dan hiv, agar tidak akan bertambah," tegasnya.
Distribusi HIV dan Aids berdasarkan tempat domisili tahun 2001-2024:
• Kota Gorontalo: HIV 127, Aids 154, total 326
• Kabupaten Gorontalo: HIV 201, Aids 157, total 358
• Kabupaten Boalemo: HIV 77, Aids 42, total 119
• Kabupaten Pohuwato: HIV 75, Aids 70, total 145
• Kabupaten Bone Bolango: HIV 95, Aids 68, total 163
• Kabupaten Gorontalo Utara: HIV 55, Aids 45, total 100