Berita Sepak Bola
Real Madrid Boikot Kegiatan Pra-Laga Final Copa del Rey, Usai Wasit Menangis dalam Konferensi Pers
Final Copa del Rey antara Real Madrid dan Barcelona memanas bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam drama yang melibatkan wasit pertandingan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KONPERS-PRA-COPA-DEL-REY.jpg)
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, turut menyuarakan keprihatinan dan menyerukan perlindungan bagi semua elemen dalam dunia sepak bola—termasuk wasit.
“Ini hanya olahraga. Hanya permainan. Hanya sepak bola. Tapi kita punya tanggung jawab untuk melindungi bukan hanya pemain, tapi semua orang yang terlibat dalam pertandingan,” ujar Flick.
Ia menilai bahwa meskipun emosi kadang tak terelakkan di lapangan, semuanya seharusnya selesai setelah peluit akhir berbunyi.
Latar Belakang Ketegangan
Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi terkait situasi ini.
Namun, ketegangan antara Real Madrid dan para wasit bukan hal baru. Pada Februari lalu, RFEF pernah menyuarakan keprihatinan soal pelecehan terhadap wasit, terutama setelah Jose Munuera Montero dihujani kritik karena mengusir Jude Bellingham dengan kartu merah.
Beberapa pekan sebelumnya, Real Madrid juga sempat mengirim surat resmi berisi keluhan terhadap perangkat wasit menyusul kekalahan 0-1 dari Espanyol.