Kamis, 5 Maret 2026

Berita Nasional

39 Tahun Nabung Seribu Rupiah Sehari, Tukang Sampah Ini Akhirnya Bisa Naik Haji!

Inilah yang dibuktikan oleh Legiman (66), seorang pengambil sampah gigih asal Glagahombo Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 39 Tahun Nabung Seribu Rupiah Sehari, Tukang Sampah Ini Akhirnya Bisa Naik Haji!
Tribun
TUKANG SAMPAH NAIK HAJI - Legiman akhirnya bisa menikmati jerih payahnya meski hanya menabung seribu sehari, rupanya ia mampu naik haji ajak istrinya. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Ketekunan dan kesabaran memang tak pernah mengkhianati hasil.

Inilah yang dibuktikan oleh Legiman (66), seorang pengambil sampah gigih asal Glagahombo Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Setelah 39 tahun menyisihkan uang Rp 1.000 setiap harinya, impiannya untuk menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Baniyah (66), akhirnya menjadi kenyataan.

Di rumahnya yang sederhana berwarna hijau, Legiman tampak sedang memilah sampah-sampah yang dikumpulkannya dari lingkungan Patoman Kranggan Ambarawa.

Dengan topi besarnya dan kaus lengan panjang, semangatnya tak surut meski puluhan tahun bergelut dengan pekerjaan yang bagi sebagian orang dianggap remeh.

Setiap pagi pukul 06.30 WIB, ia setia menarik gerobaknya dengan sepeda motor, menjangkau sekitar 50 rumah untuk mengumpulkan sampah.

Profesi sebagai pengambil sampah telah ditekuni Legiman sejak tahun 1976.

Ia mengakui bahwa penghasilannya kala itu tidak menentu, sangat bergantung pada pelanggan yang menggunakan jasanya.

Namun, ketidakpastian inilah yang justru memacunya untuk mulai menabung secara konsisten sejak tahun 1986.

"Saat jadi pengambil sampah itu penghasilan tidak menentu. Karena kan tergantung rumah itu kita yang ambil sampahnya tidak," ungkap Legiman dalam Bahasa Jawa, Jumat (25/4/2025).

Awalnya, uang seribu rupiah yang disisihkannya setiap hari itu diperuntukkan bagi kebutuhan sehari-hari.

Namun, tak disangka, pada tahun 2012, tabungannya di bank telah mencapai angka Rp 55 juta.

Momen tak terduga datang ketika seorang pegawai bank bertanya tentang tujuan tabungannya.

"Saat itu ditanya pegawai bank tersebut, menabung ini apa mau buat naik haji. Kalau mau naik haji, syarat-syarat pendaftaran akan dibantu," kenang Legiman.

Meski awalnya tak pernah terlintas di benaknya untuk menggunakan tabungan itu demi ibadah haji, tawaran tersebut membuka hatinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved