Berita Kota Gorontalo
Dishub Kota Gorontalo Rekayasa Lalu Lintas Jalan Nani Wartabone, Uji Coba Dua Hari
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo akan melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Nani Wartabone (Eks Jalan DI Pandjaitan) Kota Gorontal
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rekayasa-lalu-lintas-Jalan-Nani-Wartabone.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo akan melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Nani Wartabone (Eks Jalan DI Pandjaitan) Kota Gorontalo.
Rekayasa tersebut akan dilaksanakan dua hari, dimulai pada tanggal 1-2 Mei 2025.
Hari pertama uji coba, Dishub akan menutup akses ke arah selatan dimulai dari simpang tiga Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG), hingga ke Bundaran Saronde Kota Gorontalo (Utara - Selatan).
"Tanggal 1 Mei uji coba hanya melihat bagaimana reaksi di lapangan," kata Rahmanto Idji, Kabid Lantas dan Angkutan Dishub Kota Gorontalo, Jumat (25/4/2025).
Proses uji coba di hari pertama ini akan berlangsung selama dua jam dimulai dari pukul 06.30-08.30 Wita.
Para pengendara dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jamaludin Malik, Jalan M. Husni Thamrim dan Jalan Patimura dilarang melintas ke arah Tugu Saronde melalui Jalan Panjaitan.
Hari berikutnya, kata Rahmanto, uji coba rekayasa lalu lintas justru terbalik.
Akses difokuskan satu arah dari Bundaran Saronde ke arah kampus Universitas Negeri Gorontalo (Selatan ke Utara).
Para pengendara dari setiap simpang empat Jalan DI Pandjaitan dilarang ke arah selatan.
Baca juga: Try Sutrisno Desak Gibran Mundur dari Jabatan Wakil Presiden, Didukung Ratusan Pensiunan TNI
Setelah uji coba ini, pihaknya akan melakukan sistem satu arah dari UNG ke arah Bundaran Saronde.
Kajian sistem satu arah ini didasarkan para kajian variasi lalu lintas.
Kata Rahmanto, pagi hari masyarakat lebih cenderung dari arah Utara ke Selatan.
"Sorenya lebih banyak dari Selatan ke Utara, tapi kalau sore pecah dia," bebernya.
Hal itu disebabkan adanya lokasi pusat perkantoran pemerintah dan swasta yang berada di Kota Selatan.
Rencana ini kata Rahmanto telah lebih dulu dilakukan kajian dengan melibatkan banyak pihak.
"Terutama kita ada tim teknis kajian rekayasa lalu lintas. Mereka lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat," tutupnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga rutin melaksanakan rapat bersama Satlantas Polresta Gorontalo Kota, PU Provinsi dan Kota Gorontalo, Satpol PP, juga mempertimbangkan masukan-masukan dari masyarakat.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)