Kamis, 12 Maret 2026

Berkat Nonton Walid di Serial Bidaah, Santriwati Berani Bongkar Kekerasaan Seksual Pimpinan Ponpes

Setelah menonton serial Bidaah, tujuh santriwati di Lombok laporkan kasus pelecehan seksual pimpinan pondok yang modusnya mirip Walid.

Tayang:
Editor: Andriyani
zoom-inlihat foto Berkat Nonton Walid di Serial Bidaah, Santriwati Berani Bongkar Kekerasaan Seksual Pimpinan Ponpes
Tangkap Layar Viu.com
WALID DI SERIAL BIDAAH - Tangkap layar serial Bidaah episode 1 yang diambil dari laman Viu.com. Setelah menonton serial Bidaah, tujuh santriwati di Lombok berani melaporkan pemimpin pondok pesantren AF yang atas pelecehan seksual yang dilakukan dengan modus mirip Walid. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kasus kekerasan seksual di sebuah Pondok Pesantren di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terungkap berkat viralnya Walid, tokoh dari sebuah serial asal Malaysia berjudul Bidaah.

Setelah menonton serial Bidaah, tujuh santriwati memiliki keberanian untuk melaporkan pemimpin pondok pesantren berinisial AF.

Pasalnya, modus yang dilakukan AF mirip dengan yang dilakukan karakter Walid dalam serial Bidaah

Karakter tokoh Walid Muhammad Mahdi Ilman dalam drama terebut digambarkan sebagai sosok pemimpin kelompok sekte sesat.

Dalam serial tersebut, Walid mengaku sebagai Imam Mahdi, pemimpin umat muslim jelang kiamat. 

Selain itu, Walid juga memperdaya dan menyetubuhi para santrinya dengan dalih agama.

Karakter Walid dan alur cerita serial drama terebut memiliki banyak kesamaan dengan pengalaman yang dialami para santriwati.

Sehingga mereka melaporkan perbuatan AF ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Mataram.

Joko Jumadi, perwakilan Koalisi Stop Anti Kekerasan Seksual NTB mengatakan, peristiwa kekerasan seksal yang dialami para santri tersebut terjadi sejak tahun 2016 sampai 2023.

Baca juga: Hindari Pelecehan Seksual, Kemenkes Terbitkan SOP Baru: Ruang Kosong di Rumah Sakit Harus Tersegel

"Korban (kini) sudah menjadi alumni," kata Joko Jumadi, pada wartawan, Senin (21/4/2025).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram itu mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah para korban selesai menonton serial drama Malaysia berjudul "Bidaah".

Para korban merasa apa yang ditampilkan dalam film tersebut, sama dengan yang dialami saat mereka menimba ilmu di ponpes.

"Karena film Walid ini mereka berani untuk speak up (berbicara)," jelas Joko Jumadi.

Sampai saat ini, diketahui sudah ada 20 santriwati yang mengaku sebagai korban.

Tapi baru tujuh orang yang sudah diperiksa dan melapor ke polisi.

Oknum pimpinan yayasan tersebut diduga melakukan aksinya dengan melakukan manipulasi, menjanjikan santriwatinya bahwa rahimnya disucikan.

"Kelak santriwati tersebut dijanjikan akan melahirkan anak yang menjadi seorang wali," kata Joko.

Dari puluhan korban tersebut sebagian diantaranya sudah disetubuhi, sementara sebagian lainnya hanya di cabuli.

"Artinya yang dicabuli ini tidak mau untuk disetubuhi," kata Joko.

Joko mengatakan, setelah pihak Ponpes mendapatkan kabar tersebut, mereka melakukan klarifikasi kepada para korban. 

Para santriwati yang ditanya mengakui memang menjadi korban kekerasan seksual oleh pria paruh baya itu.

Baca juga: LPSK RI Dalami Dua Kasus Kekerasan Seksual di Gorontalo, Salah Satunya Seret Nama Eks Rektor UNUGO

Kronologi dan Modus

AF, seorang oknum pimpinan yayasan Ponpes Lombok Barat melakukan aksi bejatnya di sebuah ruangan pada malam hari.

Modusnya, dia menjanjikan keberkahan rahim bagi santriwati, kelak mereka akan melahirkan anak yang akan menjadi seorang wali Allah.

Pihak ponpes telah melakukan klarifikasi terhadap para korban, dan sudah memberhentikan oknum tersebut sebagai pimpinan yayasan.

"Berita baiknya ponpes cukup koperatif, setelah mendapatkan informasi ponpes memberhentikan yang bersangkutan sebagai ketua yayasan," kata Joko.

Joko mengatakan pihak kepolisian sudah memeriksa beberapa orang saksi korban dan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dia mengatakan, pihaknya sedang fokus melakukan pemulihan psikologi korban. 

Baca juga: Bukan Hanya Klinik! Dokter MSF Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Kos, Korban Sempat Diancam

Modus Walid di Serial Bidaah

Bidaah adalah serial asal Malaysia yang menceritakan tentang Baiduri, seorang wanita muda pemberani yang hidupnya berubah ketika ibunya yang taat, Kalsum, terlibat dengan Jihad Ummah, sebuah sekte keagamaan radikal. 

Sekter yang dipimpin oleh Walid Muhammad yang misterius.

Ia mengaku sebagai Imam Mahdi yang dipilih Tuhan, sekte tersebut beroperasi dengan kedok keselamatan spiritual. 

Mulanya Baiduri tekan oleh ibunya untuk bergabung, dengan enggan memasuki kelompok tersebut.

Sebab ia tahu sekte itu hanya untuk dipenuhi dunia manipulasi, pernikahan paksa, dan kepatuhan buta. 

Semakin dalam dia menggali, semakin Baiduri menyadari bahwa iman ibunya sedang dieksploitasi untuk mempertahankan aliran sesat yang berbahaya. 

Di dalam sekte tersebut, Baiduri bertemu dengan Hambali, putra orang kepercayaan Walid, Abi Saifullah. 

Baru saja kembali dari studinya di Yaman, Hambali mulai mempertanyakan praktik sekte tersebut dan menyelaraskan dirinya dengan pembangkangan Baiduri yang semakin meningkat. 

Bersama-sama, mereka mengungkap kebenaran mengerikan tentang cara kerja internal Jihad Ummah dan sejauh mana para pemimpinnya akan berusaha mempertahankan kendali. 

Saat Baiduri bertekad menyelamatkan ibunya dan mengungkap tipu daya sekte tersebut.

Ia mempertaruhkan segalanya, termasuk keselamatannya, untuk menantang rezim kuat yang tumbuh subur karena rasa takut dan ketundukan. 

Meningkatkan ketegangan dan meningkatnya bahaya, perjuangan Baiduri dan Hambali demi kebenaran membuat mereka berhadapan dengan otoritas Walid yang menindas dan para pengikut setia sekte tersebut. 

Perjalanan mereka penuh dengan ketangguhan, keberanian, dan pengorbanan.

Saat mereka berusaha melepaskan diri dari cengkeraman sekte tersebut dan merebut kembali apa yang telah hilang.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dan Tribunnews.com.

Sumber: Tribun Lombok
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved