Kasus Judi Online

99 Persen Admin Judi Online di Kamboja Rupanya Warga Indonesia

Fakta mengejutkan terungkap dari pengakuan seorang mantan pekerja situs judi online (judol) di Kamboja.

Editor: Wawan Akuba
TribunJakarta
ADMIN JUDOL -- Rupanya 99 persen admin judi online di Kamboja rata-rata warga Indonesia. Hal itu seperti diungkapkan oleh seorang eks admin yang memutuskan berhenti. 

Meski sempat tergiur oleh iming-iming gaji besar, Febby kini menyadari bahwa bekerja di industri judi online hanya akan membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.

"Awalnya saya pikir ini jalan pintas untuk hidup lebih baik, ternyata justru jadi jalan buntu," pungkasnya.

Korban Judi Online

Seorang ibu di Kabupaten Nunukan mengambil langkah tegas dengan melaporkan anak kandungnya sendiri ke pihak kepolisian setelah tak sanggup lagi menghadapi ulah sang anak yang kecanduan judi online.

Pemuda berinisial BY (25), warga Jalan Tien Soeharto, Kelurahan Nunukan Timur, ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka usai laporan resmi yang diajukan oleh ibunya.

Kapolsek KSKP Nunukan, Iptu Andre Azmi Azhari, menjelaskan bahwa BY nekat menggadaikan berbagai barang milik keluarga untuk memenuhi kebutuhan bermain judi slot online. Nilai kerugian akibat tindakan BY diperkirakan mencapai Rp 230 juta.

“BY ini sudah berulang kali menggadaikan barang-barang keluarga seperti sepeda motor, kulkas, freezer hingga mobil. Semua dilakukan demi bisa main judi online,” ujar Iptu Andre, Rabu (19/3/2025).

Aksi BY terbongkar setelah sang ibu curiga ketika ia meminta kunci toko kelontong keluarga tanpa penjelasan. Merasa ada yang tidak beres, ibu BY bersama anggota keluarga lain akhirnya memeriksa toko tersebut.

Saat pintu toko didobrak, mereka mendapati sejumlah peralatan penting toko seperti empat unit kulkas dan satu unit freezer telah hilang. Belakangan diketahui, barang-barang tersebut telah digadaikan oleh BY.

Langkah hukum yang diambil sang ibu menjadi bukti betapa parahnya dampak kecanduan judi online dalam kehidupan keluarga. Hingga kini, BY masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan penggelapan tersebut.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved