Gorontalo Tinggalkan Bank SulutGo
Pimpinan BSG Kasih Lampu Hijau untuk Direksi dan Komisaris Perwakilan Gorontalo
Harapan masyarakat dan para pemegang saham di Provinsi Gorontalo agar posisi Direksi dan Komisaris Bank SulutGo (BSG) diisi oleh putra daerah mendapat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2025-04-19_Rudianto-Katili-Pimpinan-Cabang-Bank-Sulut-Go-BSG.jpg)
Reporter: Inayah Nuraulia Mokodongan, Mahasiswa Magang
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Harapan masyarakat dan para pemegang saham di Provinsi Gorontalo agar posisi Direksi dan Komisaris Bank SulutGo (BSG) diisi oleh putra daerah mendapat respons positif dari jajaran pimpinan BSG.
Pimpinan Cabang BSG Gorontalo, Rudianto Katili, mengungkapkan bahwa pihak Direksi memberi sinyal terbuka terkait permintaan tersebut.
Bahkan, menurutnya, Direksi menyambut baik jika daerah ingin menyiapkan kader untuk duduk di posisi strategis di tubuh bank daerah tersebut.
“Pak Direksi sudah bilang, kalau memang maunya seperti itu, ayo siapkan kader terbaik dari Gorontalo untuk menduduki posisi Direksi dan Komisaris,” ujar Rudianto saat diwawancarai Rabu (16/4/2025).
Pernyataan ini muncul usai kunjungan Direksi dan Komisaris BSG ke rumah dinas para kepala daerah pemegang saham di Gorontalo.
Rudianto memastikan, kunjungan tersebut murni bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi pemegang saham.
“Semua kepala daerah pemegang saham sudah kami datangi, dan hampir semuanya menyampaikan keinginan agar Direksi dan Komisaris ke depan berasal dari Gorontalo,” jelasnya.
Rudianto menyebut bahwa aspirasi ini sudah diteruskan ke Pemegang Saham Pengendali (PSP) oleh Direksi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tinggal bagaimana para pemegang saham di Gorontalo menyiapkan figur yang mumpuni dan bisa diterima semua pihak,” katanya.
Sebelumnya, muncul aksi demonstrasi dari sejumlah mahasiswa dan pemuda yang menuntut keterwakilan putra daerah dalam jajaran pimpinan BSG.
Namun, Rudianto menyayangkan aksi itu karena bisa mengganggu aktivitas operasional perbankan.
“Kalau niatnya baik, sebaiknya disampaikan dengan cara yang lebih konstruktif. Jangan sampai mengganggu pelayanan dan keamanan,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, harapan masyarakat Gorontalo untuk melihat putra daerah mengisi jabatan strategis di BSG tampaknya semakin terbuka lebar.
Perlu diketahui bahwa Pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo tercatat sebagai pemegang saham signifikan di Bank SulutGo (BSG).
Meski persentasenya tidak sebesar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kontribusi Gorontalo melalui penyertaan modal tetap menjadi bagian penting dalam struktur kepemilikan bank tersebut.
Berdasarkan data dikutip dari laman resmi Bank SulutGo, total saham yang dimiliki seluruh pemerintah daerah di Gorontalo mencapai Rp 235,1 miliar.
Jumlah ini rupanya setara dengan 18,65 persen dari total saham Bank SulutGo yang mencapai Rp 1,2 Triliun.
Penyertaan modal terbesar berasal dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sebesar Rp 72,9 miliar (5,79 persen).
Disusul oleh Pemkab Boalemo dengan Rp 48,1 miliar (3,82 persen), serta Pemkot Gorontalo sebesar Rp 34 miliar (2,70 persen).
Sementara pemerintah kabupaten lainnya seperti Gorontalo, Pohuwato, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara masing-masing juga berkontribusi meskipun dengan jumlah lebih kecil.
Berikut ini adalah rincian besaran saham dari masing-masing pemda di Gorontalo:
1.Pemprov Gorontalo – Rp 72.978.500.000 (5,79 persen )
2.Pemkab Boalemo – Rp 48.161.200.000 (3,82 persen )
3.Pemkot Gorontalo – Rp 34.024.300.000 (2,70 % )
4.Pemkab Gorontalo – Rp 25.838.600.000 (2,05 % )
5.Pemkab Gorontalo Utara – Rp 22.699.600.000 (1,80 % )
6.Pemkab Pohuwato – Rp 18.458.500.000 (1,46 % )
7.Pemkab Bone Bolango – Rp 13.015.400.000 (1,03 % )
Konflik Usai RUPS 2025: Punya Saham Tapi Tak Diberi Ruang
Besarnya penyertaan modal Gorontalo ternyata tidak sebanding dengan porsi representasi dalam jajaran pengurus Bank SulutGo.
Hal ini mencuat usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2025 yang digelar secara tertutup di Kantor Pusat BSG, Manado, Rabu (9/4/2025).
Dalam RUPS tersebut, tidak satu pun nama dari Gorontalo masuk dalam jajaran komisaris baru BSG.
Hal ini memicu reaksi keras dari sejumlah kepala daerah di Gorontalo, termasuk Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
Keduanya menyatakan akan menarik seluruh dana pemerintah daerah dari BSG, termasuk dana penyertaan modal.
Langkah ini juga didukung oleh Pemkab Boalemo. Jika benar-benar dilakukan, potensi penarikan lebih dari Rp 235 miliar tersebut akan menjadi preseden besar dalam hubungan keuangan antar daerah pemegang saham Bank SulutGo.(*)
Baca juga:
- Puluhan Massa Aksi Segel Bank SulutGo Pakai Selotip Hitam, Tolak Adanya Lobi-lobi Politik
- 30 Pedemo Bakar Ban di Depan Kanwil Bank SulutGo, Sebut BSG tak Layak di Gorontalo
- Bank SulutGo Berpotensi Kehilangan Dana Rp1,5 Triliun dari RKUD Pemkab Gorontalo
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.