Demo BSG Gorontalo
Puluhan Massa Aksi Segel Bank SulutGo Pakai Selotip Hitam, Tolak Adanya Lobi-lobi Politik
Massa aksi tersebut menyenggel bank dengan selotip berwarna hitam. Selain itu tulisan 'Bank ini di segel tidak ada lobi-lobi dari BSG'
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dsfyhkdfytumjryj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Massa aksi berjumlah 30 orang dari forum pemuda Gorontalo menggelar demo di depan Bank SulutGo Cabang Gorontalo.
Massa aksi tersebut menyenggel bank dengan selotip berwarna hitam.
Selain itu tulisan 'Bank ini di segel tidak ada lobi-lobi dari BSG' dipajang di depan kantor ini.
Bukan tanpa sebab, tulisan itu sengaja dipajang di depan Bank SulutGo berada di akses jalan utama di Kota Gorontalo agar siapapun yang melintas dapat dengan mudah membacanya.
Baca juga: 30 Pedemo Bakar Ban di Depan Kanwil Bank SulutGo, Sebut BSG tak Layak di Gorontalo
Jasmin Dalanggo, Koordinator Lapangan Pemuda Gorontalo mengatakan adanya aksi ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan masyarakat kepada Bank SulutGo.
"Ini bentuk kemarahan masyarakat Gorontalo yang seakan-akan tidak memberikan kontribusi kepada Provinsi Gorontalo," ungkap kepada TribunGorontalo.com, Rabu (16/4/2025).
Kata Jasmin, langkah yang diambil oleh sejumlah pimpinan daerah Gorontalo untuk menarik saham dari Bank SulutGo maka ada dugaan lobi-lobi yang dilakukan.
Oleh karenanya mereka turun ke jalan untuk menolak lobi tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kantor Wilayah Bank SulutGo di Gorontalo Disegel Pedemo, Tulisan BSG Dihapus
"Ini yang kemudian membuat kita turun ke sini untuk menolak lobi-lobi itu," jelasnya.
Tak hanya itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk segera memindahkan saham Bank SulutGo ke bank lain.
Sementara itu, mereka juga berencana akan melakukan penyegelan besar-besaran di seluruh Bank SulutGo di kabupaten kota di Provinsi Gorontalo.
"Kalau dibuka maka kita akan tutup lagi bahkan kita akan pantau beberapa pekan ke depan," terangnya.
Pantauan TribunGorontalo.com, sejumlah massa aksi itu sudah berada di lokasi demo sekitar pukul 13.30 Wita.
Lalu kemudian mereka pun membakar ban dan berteriak di mikrofon untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.
Baca juga: Sosok Fiqri Fariz Pakaya, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Gorontalo: Aktif Organisasi Kampus
Pihak kepolisian juga sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.