Minggu, 15 Maret 2026

Mahasiswa UNG Hanyut

Rektor Kenang Mahasiswi UNG yang Meninggal Dunia Akibat Hanyut di Sungai Bulawa Gorontalo

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok mengenang mahasiswi KKN yang meninggal dunia di Bulawa Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Rektor Kenang Mahasiswi UNG yang Meninggal Dunia Akibat Hanyut di Sungai Bulawa Gorontalo
Sri Yolanda Tangahu/Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo
MAHASISWA HANYUT - Potret Rektor UNG Eduart Wolok saat ditemui awak media, Rabu (16/4/2025). Rektor kenang ketiga mahasiswi korban meninggal dunia atas insiden di Bulawa Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok mengenang mahasiswi KKN yang meninggal dunia di Bulawa Gorontalo.

Kata Eduart, ketiga mahasiswi ini yakni Regina Malaka, Sri Magfirah Mamonto dan Alfateha Ahdania Ahmadi merupakan mahasiswi terbaik yang dimiliki UNG.

Mereka adalah sosok mahasiswa yang aktif dan cerdas di kampus merah maron.

Sehingga ini menjadi luka mendalam bagi pihak kampus.

Baca juga: Berujung Maut! KKN Mahasiswa UNG di Bulawa Gorontalo Disebut Permintaan Resmi Pihak Kecamatan

Kami sangat bangga sekaligus sangat kehilangan,” lanjutnya.

Pihak kampus pun telah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketiga mahasiswi ini.

Eduart sendiri mengatakan bahwa akan menyempatkan diri menghadiri takziah keluarga korban.

"Kami ingin hadir, menyampaikan empati secara langsung, dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri,” tambah Eduart.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas ilmiah di lapangan.

Selain memastikan proses pemulangan jenazah berjalan dengan layak dan hormat, Eduart juga mengatakan pihaknya tengah memantau kondisi tujuh mahasiswa lain yang selamat.

Baca juga: Diungkap Rektor UNG, Regina Malaka Mahasiswa Gorontalo yang Gugur saat KKN Rupanya Anak Tunggal

Menurut Eduart kunjungan bukan hanya soal duka, tapi juga soal tanggung jawab pihaknya sebagai institusi. 

"Sebagai institusi, kami merasa bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi,” tukasnya. 

Adapun ketiga mahasiswa korban meninggal tersebut dimakamkan di kampung halaman masing-masing:

Baca juga: Ibu Mahasiswa KKN Gorontalo Sempat Pingsan Dengar Anaknya Hanyut di Sungai Bulawa

1.Regina Malaka – dimakamkan di Marisa, Kabupaten Pohuwato

2.Sri Maghfira Mamonto – dimakamkan di Inobonto, Sulawesi Utara

3.Alfateha Ahdania Ahmadi – dimakamkan di Ratatotok, Sulawesi Utara

Disebut Permintaan Resmi dari Kecamatan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, disebut permintaan resmi pemerintah setempat.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor UNG, Eduart Wolok, menyusul musibah nahas yang terjadi pada Rabu (16/4/2025).

Sayangnya, KKN tersebut berujung pada tragedi dan menewaskan tiga mahasiswi terbaik UNG.

 Musibah nahas berupa terjangan arus sungai terjadi saat mahasiswa Jurusan Teknik Geologi tersebut tengah melakukan pemetaan wilayah pertambangan pada Rabu (16/4/2025).

Baca juga: Sosok Alfateha Ahmadi, Mahasiswa UNG yang Wafat Saat KKN Di Mata Temannya: Murah Senyum

Menurut Eduart, program KKN di Kecamatan Bulawa, yang berujung pada hilangnya nyawa tiga mahasiswa akibat terseret arus sungai, merupakan respons pihak universitas terhadap permintaan resmi dari pihak kecamatan dan kabupaten.

Kegiatan yang telah berjalan sejak 4 Maret 2025 ini awalnya bertujuan untuk melakukan pemetaan wilayah pertambangan sebagai bagian dari tugas lapangan mahasiswa.

Seperti dilansir dari laman resmi UNG (16/4/2025), program ini merupakan bagian dari inisiatif Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terintegrasi KKN dan KKN Tematik.

Total, UNG menerjunkan 238 mahasiswa dari berbagai bidang ilmu, termasuk sistem informasi, sosiologi, teknik geologi, dan teknik industri, yang akan fokus pada program pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir Teluk Tomini (Bone Bolango) dan Kecamatan Asparaga (Kabupaten Gorontalo).

Baca juga: Rektor UNG Perketat Pengawasan Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus Imbas Insiden KKN di Bulawa

Sedangkan KKN yang diikuti oleh mahasiswa Prodi Geologi UNG ini memiliki enam misi pemberdayaan yang luas di Desa Dunggilata. 

Misi-misi tersebut meliputi penguatan sektor pertanian lokal yang berkelanjutan, pengelolaan tambang rakyat berbasis konservasi, pelestarian lingkungan kawasan pesisir Teluk Tomini, pengembangan sektor pertambangan, pengembangan UMKM lokal, edukasi kesehatan dan relevansi ilmu geologi, kepedulian sosial dan budaya, serta pengembangan eko wisata dan geo wisata.

Pusat KKN UNG menjelaskan di laman resmi UNG, Rabu (16/4/2025), bahwa pelaksanaan MBKM berlangsung selama 4 bulan, sementara KKN Tematik berjalan selama 45 hari. 

Program ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi, kreativitas, karakter, dan kepedulian sosial mahasiswa.

“Sepuluh mahasiswa kami ini sudah tiga kali naik ke area pertambangan untuk kegiatan pemetaan. Dua kali sebelumnya berjalan lancar, namun pada kunjungan yang ketiga itulah terjadi bencana alam,” jelas Rektor Eduart saat memberikan keterangan kepada TribunGorontalo.com.

Informasi mengenai permintaan resmi dari Pemkab Bone Bolango ini menambah pilu atas kejadian tragis tersebut.

Baca juga: Atas Insiden KKN di Bulawa Gorontalo, UNG Larang Mahasiswa Berkegiatan di Luar Kampus

Kegiatan yang seharusnya menjadi bagian dari pengabdian dan pembelajaran mahasiswa, yang bahkan diinisiasi oleh pemerintah daerah, justru berakhir dengan duka mendalam.

Bencana terjadi ketika para mahasiswa hendak kembali ke posko usai melaksanakan pemetaan.

Tiba-tiba, air bah dari arah gunung datang dan menyeret mereka saat menyeberangi sungai.

Tiga mahasiswa dinyatakan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya berhasil selamat, meskipun dua di antaranya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Rektor Eduart menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini dan menegaskan bahwa pihak kampus bertanggung jawab penuh terhadap kondisi mahasiswa yang selamat maupun keluarga korban.

Pihak rektorat juga berjanji akan terus mendampingi mereka dalam masa pemulihan fisik dan psikis, bahkan Rektor berencana untuk bertakziah langsung ke rumah duka.

Musibah ini menjadi evaluasi penting bagi UNG dalam menyusun prosedur keselamatan kegiatan lapangan ke depan, terutama mengingat kondisi cuaca ekstrem yang tidak terduga.

Baca juga: Atas Insiden KKN di Bulawa Gorontalo, UNG Larang Mahasiswa Berkegiatan di Luar Kampus

Sepuluh mahasiswa yang terlibat dalam kejadian nahas ini untuk sementara dibebastugaskan dari program KKN untuk fokus pada pemulihan.

Rektor juga menyoroti bahwa mahasiswa yang menjadi korban adalah mahasiswa berprestasi dari Jurusan Teknik Geologi, yang semakin menambah rasa kehilangan bagi seluruh keluarga besar UNG.

 

(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved