Sabtu, 7 Maret 2026

Mahasiswa UNG Hanyut

Ibu Mahasiswa KKN Gorontalo Sempat Pingsan Dengar Anaknya Hanyut di Sungai Bulawa

Kisman Pakaya bagikan cerita istrinya yang pingsan begitu dengar sang anak, mahasiwa KKN Gorontalo jurusan Teknik Geologi UNG hanyut di Sungai Bulawa,

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ibu Mahasiswa KKN Gorontalo Sempat Pingsan Dengar Anaknya Hanyut di Sungai Bulawa
FOTO: Jefry Potabuga, TribunGorontalo.com
KELUARGA KORBAN SELAMAT--Korban selamat dalam insiden, kini dikunjungi keluarganya di Rumah Sakit Aloe Saboe, Rabu (16/4/2025). Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kisman Pakaya bagikan cerita istrinya yang pingsan begitu dengar sang anak, mahasiwa KKN Gorontalo jurusan Teknik Geologi UNG hanyut di Sungai Bulawa, Selasa (15/4/2025). 

Kisman adalah ayah dari Fiqri Fariz Pakaya, mahasiswa usia 21 tahun yang selamat dari maut pada Selasa (15/2025) kemarin. 

Fiqri bersama 10 temannya yang awalnya pergi untuk penelitian, nyaris tewas gara-gara insiden air bah yang menerjang Sungai Bulawa di Desa Dunggilata.

"Kami malam itu langsung panik saat mendengar informasi dari Gorontalo," ungkapnya kepada Tribun Gorontalo.

Baca juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Leo Besok Kamis 17 April 2025: Cinta, Kesehatan, Karier

Dia mengatakan bahwa istrinya Hartati Angonga sempat pingsan saat mendengar anaknya meninggal dunia.

"Saat dapat kabar, istri saya teriak kemudian langsung jatuh pingsan," ujarnya sambil memegang kepalanya.

Ia pun dalam kondisi itu sangat panik dan lari ke sana dan kemari menginfokan ke keluarga yang bertetangga.

"Saya saja saat itu lari ke sana dan kemari, berhubung kan kami sekeluarga itu hanya berdekatan," jelasnya.

Saat itu juga sekitar pukul 01.00 Wita, Rabu (16/4/2025).

Mereka berangkat dari rumahnya Desa Kowala Besar Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.

Sampai di Gorontalo mereka sekeluarga sekitar pukul 05.30 Wita.

"Kami berangkat malam sampai di sini sudah pagi," jelasnya.

Tak hanya mereka berdua ketiga kakanya saat ini juga berada di rumah sakit begitu juga dengan sanak keluarga lainnya.

Kisman mengungkapkan saat ini anaknya tidak bisa bicara dan makan karena bibirnya terluka.

Bagian dahinya pun terluka dengan lima jahitan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved