Mahasiswa UNG Hanyut
Rektor Kenang Mahasiswi UNG yang Meninggal Dunia Akibat Hanyut di Sungai Bulawa Gorontalo
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok mengenang mahasiswi KKN yang meninggal dunia di Bulawa Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Rektor-UNG-Eduart-Wolok.jpg)
3.Alfateha Ahdania Ahmadi – dimakamkan di Ratatotok, Sulawesi Utara
Disebut Permintaan Resmi dari Kecamatan
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, disebut permintaan resmi pemerintah setempat.
Hal ini diungkapkan oleh Rektor UNG, Eduart Wolok, menyusul musibah nahas yang terjadi pada Rabu (16/4/2025).
Sayangnya, KKN tersebut berujung pada tragedi dan menewaskan tiga mahasiswi terbaik UNG.
Musibah nahas berupa terjangan arus sungai terjadi saat mahasiswa Jurusan Teknik Geologi tersebut tengah melakukan pemetaan wilayah pertambangan pada Rabu (16/4/2025).
Baca juga: Sosok Alfateha Ahmadi, Mahasiswa UNG yang Wafat Saat KKN Di Mata Temannya: Murah Senyum
Menurut Eduart, program KKN di Kecamatan Bulawa, yang berujung pada hilangnya nyawa tiga mahasiswa akibat terseret arus sungai, merupakan respons pihak universitas terhadap permintaan resmi dari pihak kecamatan dan kabupaten.
Kegiatan yang telah berjalan sejak 4 Maret 2025 ini awalnya bertujuan untuk melakukan pemetaan wilayah pertambangan sebagai bagian dari tugas lapangan mahasiswa.
Seperti dilansir dari laman resmi UNG (16/4/2025), program ini merupakan bagian dari inisiatif Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terintegrasi KKN dan KKN Tematik.
Total, UNG menerjunkan 238 mahasiswa dari berbagai bidang ilmu, termasuk sistem informasi, sosiologi, teknik geologi, dan teknik industri, yang akan fokus pada program pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir Teluk Tomini (Bone Bolango) dan Kecamatan Asparaga (Kabupaten Gorontalo).
Baca juga: Rektor UNG Perketat Pengawasan Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus Imbas Insiden KKN di Bulawa
Sedangkan KKN yang diikuti oleh mahasiswa Prodi Geologi UNG ini memiliki enam misi pemberdayaan yang luas di Desa Dunggilata.
Misi-misi tersebut meliputi penguatan sektor pertanian lokal yang berkelanjutan, pengelolaan tambang rakyat berbasis konservasi, pelestarian lingkungan kawasan pesisir Teluk Tomini, pengembangan sektor pertambangan, pengembangan UMKM lokal, edukasi kesehatan dan relevansi ilmu geologi, kepedulian sosial dan budaya, serta pengembangan eko wisata dan geo wisata.
Pusat KKN UNG menjelaskan di laman resmi UNG, Rabu (16/4/2025), bahwa pelaksanaan MBKM berlangsung selama 4 bulan, sementara KKN Tematik berjalan selama 45 hari.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi, kreativitas, karakter, dan kepedulian sosial mahasiswa.
“Sepuluh mahasiswa kami ini sudah tiga kali naik ke area pertambangan untuk kegiatan pemetaan. Dua kali sebelumnya berjalan lancar, namun pada kunjungan yang ketiga itulah terjadi bencana alam,” jelas Rektor Eduart saat memberikan keterangan kepada TribunGorontalo.com.