Adhan Dambea
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Soroti Layanan RS Aloei Saboe, Siap Berkantor di Rumah Sakit
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyoroti langsung kualitas pelayanan di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Adhan-Dambea-saat-888899999.jpg)
Adhan menyampaikan bahwa bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel, dirinya akan menjalankan misi besar menata kembali Kota Gorontalo selama lima tahun ke depan.
Namun, langkah itu hanya bisa diwujudkan jika didukung penuh oleh semua elemen pemerintahan.
“Insya Allah kami berdua dalam lima tahun ke depan akan menata kembali Kota Gorontalo ini dengan baik, tentunya dengan bantuan teman-teman semua,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh ASN dan TPKD untuk memperbaiki kinerja serta menjaga etos pelayanan publik.
“Banyak yang harus dibenahi. Saya dan wakil wali kota tidak mungkin bekerja sendiri. Saya harap semua pihak bisa membantu dan bekerja sama,” jelas Adhan.
Selain mengingatkan ASN, Adhan Dambea sempat menyinggung persoalan pungutan liar (pungli)
“Persoalan korupsi ini memang mudah terjadi, dari SPPD, pungutan-pungutan yang bisa dibilang pungutan liar,” ujar Adhan.
Adhan menegaskan bahwa integritas dalam pemerintahan bukan hal baru baginya.
Ia mengingatkan bahwa saat menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo periode 2008–2013, Adhan Dambea sempat meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai kepala daerah berintegritas.
“Itu karena waktu itu pemerintah kota dinilai bersih dari korupsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, Adhan juga mengungkap dirinya kala itu sempat diminta untuk memberikan pembimbingan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Kini, bersama Indra Gobel, Adhan kembali menempatkan agenda pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama pemerintahan.
Ia menilai korupsi sebagai ancaman serius bagi pembangunan daerah dan kepercayaan publik.
“Persoalan korupsi ini merusak. Saya dan Pak Indra akan berantas ini di periode kami,” jelasnya.
Namun, Adhan mengakui bahwa persoalan korupsi ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh dua orang.
Sehingga dia menekankan pentingnya kolaborasi bersama seluruh pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat.
“Saya tidak bisa sendiri atau berdua dengan wakil wali kota. Saya minta bantuan semua pihak untuk sama-sama bekerja memberantas korupsi di Kota Gorontalo,” pungkasnya. (*/Arianto)
| Digeruduk Massa, Kacab BSG Gorontalo Pasang Badan: Jabatan Saya Jadi Taruhan! |
|
|---|
| Geruduk Kantor BSG, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Minta Dana Rp 35 Miliar Dikembalikan |
|
|---|
| Awal Mula Sengketa Pemkot Gorontalo dan Bank SulutGo, Mediasi Gagal Berujung Gugatan |
|
|---|
| BREAKING NEWS Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Pimpin Demo ke Kantor BSG |
|
|---|
| Tak Pandang Bulu, Adhan Dambea Akan Tutup Tempat Jualan Miras di Kota Gorontalo: Tidak Ada Toleransi |
|
|---|