Adhan Dambea
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Soroti Layanan RS Aloei Saboe, Siap Berkantor di Rumah Sakit
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyoroti langsung kualitas pelayanan di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Adhan-Dambea-saat-888899999.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyoroti langsung kualitas pelayanan di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).
Hal ini disampaikan Adhan Dambea saat melakukan pembinaan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan RSAS pada Senin (14/4/2025).
Adhan menyebut, selama 10 tahun tidak menjabat, ia kerap menerima laporan bahkan mengalami sendiri kualitas pelayanan RSAS yang belum optimal.
“Waktu saya tidak menjabat lagi selama 10 tahun, begitu banyak informasi yang saya terima terkait rumah sakit ini. Bukan hanya sekadar informasi, saya sendiri merasakannya,” ungkap Adhan.
Menurutnya, peningkatan pelayanan di RSAS adalah hal mutlak. Sebab rumah sakit ini merupakan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang memberikan layanan dasar langsung kepada masyarakat.
“Rumah sakit itu adalah pelayanan dasar terhadap masyarakat, sejak saya menjabat masalah pelayanan rumah sakit ini menjadi fokus utama,” tegasnya.
Untuk memastikan perubahan nyata, Adhan membentuk tim khusus dari berbagai unsur guna mengawasi peningkatan kualitas layanan.
Tak tanggung-tanggung, ia bahkan siap berkantor dua hari di RSAS guna meninjau langsung pengelolaan di rumah sakit tersebut.
“Kalau perlu saya akan berkantor di sini (RSAS) selama 2 hari kerja untuk meninjau langsung pengelolaan di sini,” ujarnya.
Adhan Dambea Wanti-wanti ASN Gorontalo soal Disiplin Kerja: Banyak Keluhan Masyarakat soal Pelayanan
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Gorontalo menggelar apel kerja perdana pasca-Lebaran Idulfitri di Lapangan Taruna Remaja, Selasa (8/4/2025) pagi.
Dalam apel tersebut, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memberikan arahan langsung kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Penunjang Kegiatan Daerah (TPKD).
“Tidak banyak yang saya sampaikan di apel perdana kita pada hari ini, saya hanya menekankan disiplin saudara-saudara,” ujar Adhan di hadapan peserta apel.
Ia mewanti-wanti ASN bahwa persoalan disiplin bukan hal sepele. Menurutnya, pelayanan publik yang baik hanya dapat terwujud bila seluruh perangkat pemerintah memiliki komitmen terhadap waktu, tanggung jawab, dan etika kerja.
“Saya tidak main-main persoalan disiplin ini. Bagaimana mau dihormati masyarakat kalau disiplinnya masih kurang. Banyak keluhan masyarakat soal pelayanan,” tegasnya.
Adhan menyampaikan bahwa bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel, dirinya akan menjalankan misi besar menata kembali Kota Gorontalo selama lima tahun ke depan.
Namun, langkah itu hanya bisa diwujudkan jika didukung penuh oleh semua elemen pemerintahan.
“Insya Allah kami berdua dalam lima tahun ke depan akan menata kembali Kota Gorontalo ini dengan baik, tentunya dengan bantuan teman-teman semua,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh ASN dan TPKD untuk memperbaiki kinerja serta menjaga etos pelayanan publik.
“Banyak yang harus dibenahi. Saya dan wakil wali kota tidak mungkin bekerja sendiri. Saya harap semua pihak bisa membantu dan bekerja sama,” jelas Adhan.
Selain mengingatkan ASN, Adhan Dambea sempat menyinggung persoalan pungutan liar (pungli)
“Persoalan korupsi ini memang mudah terjadi, dari SPPD, pungutan-pungutan yang bisa dibilang pungutan liar,” ujar Adhan.
Adhan menegaskan bahwa integritas dalam pemerintahan bukan hal baru baginya.
Ia mengingatkan bahwa saat menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo periode 2008–2013, Adhan Dambea sempat meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai kepala daerah berintegritas.
“Itu karena waktu itu pemerintah kota dinilai bersih dari korupsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, Adhan juga mengungkap dirinya kala itu sempat diminta untuk memberikan pembimbingan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Kini, bersama Indra Gobel, Adhan kembali menempatkan agenda pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama pemerintahan.
Ia menilai korupsi sebagai ancaman serius bagi pembangunan daerah dan kepercayaan publik.
“Persoalan korupsi ini merusak. Saya dan Pak Indra akan berantas ini di periode kami,” jelasnya.
Namun, Adhan mengakui bahwa persoalan korupsi ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh dua orang.
Sehingga dia menekankan pentingnya kolaborasi bersama seluruh pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat.
“Saya tidak bisa sendiri atau berdua dengan wakil wali kota. Saya minta bantuan semua pihak untuk sama-sama bekerja memberantas korupsi di Kota Gorontalo,” pungkasnya. (*/Arianto)
| Digeruduk Massa, Kacab BSG Gorontalo Pasang Badan: Jabatan Saya Jadi Taruhan! |
|
|---|
| Geruduk Kantor BSG, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Minta Dana Rp 35 Miliar Dikembalikan |
|
|---|
| Awal Mula Sengketa Pemkot Gorontalo dan Bank SulutGo, Mediasi Gagal Berujung Gugatan |
|
|---|
| BREAKING NEWS Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Pimpin Demo ke Kantor BSG |
|
|---|
| Tak Pandang Bulu, Adhan Dambea Akan Tutup Tempat Jualan Miras di Kota Gorontalo: Tidak Ada Toleransi |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.