Minggu, 8 Maret 2026

Gorontalo Tinggalkan Bank SulutGo

Rencana Bangun Bank Gorontalo, Sandiaga Uno hingga Chairul Tanjung Bakal Dilobi

Rencana untuk Provinsi Gorontalo memiliki lembaga keuangan ini berawal dari protes sejumlah bupati dan wali kota di Gorontalo terkait hasil Rapat Umum

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Rencana Bangun Bank Gorontalo, Sandiaga Uno hingga Chairul Tanjung Bakal Dilobi
AI Generated
BANK GORONTALO -- Sejumlah kepala daerah di Gorontalo berencana buat Bank Gorontalo pasca RUPS Bank SulutGo dianggap mengecewakan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sejumlah tokoh-tokoh bakal dilobi untuk memuluskan gagasan soal Bank Gorontalo.

Rencana untuk Provinsi Gorontalo memiliki lembaga keuangan ini berawal dari protes sejumlah bupati dan wali kota di Gorontalo terkait hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo. 

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea adalah orang yang paling keras mengkritik hasil tersebut, hingga memaparkan sejumlah misi dan rencananya ke depan.

Menurut Adhan Dambea, sudah saatnya Gorontalo memiliki lembaga keuangan atau bank yang benar-benar miliki Gorontalo. 

Dibandingkan bekerja sama dengan Sulawesi Utara (Sulut) dalam pengelolaan Bank SulutGo, Adhan malah merasa perlu untuk Gorontalo memiliki bank sendiri. 

"Ya sudah saatnya Gorontalo punya bank sendiri. Cabut dari Sulut saja bisa apalagi bikin bank," kata Adhan.

Adhan menilai ini sebagai jalan keluar agar ke depan daerah tidak lagi bergantung pada kebijakan dari luar yang tidak berpihak.

“Insyaallah lewat Pak Jusuf Kalla, saya akan coba bertemu Chairul Tanjung. Kita ingin bangun bank milik rakyat Gorontalo. Kalau bisa modal awal Rp1 triliun, itu sudah cukup untuk mulai,” katanya.

Adhan mengaku siap menggerakkan komunikasi politik dan ekonomi agar rencana tersebut bisa segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat Gorontalo secara luas.

Selain Chairul Tanjung, Adhan juga akan meminta bantuan ke Sandiaga Uno agar dibantu agar Gorontalo punya bank.

Sebelumnya diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo 2025 pada Rabu 9 April 2025 kemarin tidak mengakomodasi perwakilan Gorontalo di jajaran komisaris.

“Ini bentuk pelecehan terhadap Gorontalo. Tidak ada penghargaan. Empat nama komisaris baru langsung diketuk tanpa membuka ruang bagi kami untuk mengusulkan nama,” ujar Adhan kepada TribunGorontalo.com, Rabu (9/4/2025).

Menurutnya, pengangkatan komisaris baru tersebut tidak mencerminkan semangat kolektif antardaerah pemegang saham.

Justru ia menilai, nama-nama yang ditunjuk lebih mengarah pada orang-orang dekat Gubernur Sulawesi Utara, seperti mantan kepala daerah dan kerabat pejabat tinggi.

Adhan menjelaskan bahwa seluruh dana yang selama ini disimpan di BSG, termasuk kas daerah dan pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), akan dipindahkan ke bank lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved