Gorontalo Tinggalkan Bank SulutGo
Kisruh RUPS Bank SulutGo, Adhan Dambea hingga Rum Pagau Inisiasi Bentuk Bank Daerah Gorontalo
Belakangan kisruh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan tertutup oleh pihak manajemen Bank SulutGo (BSG).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rum-Pagau-dan-Adhan-Dambea.jpg)
“Insyaallah lewat Pak Jusuf Kalla, saya akan coba bertemu Chairul Tanjung. Kita ingin bangun bank milik rakyat Gorontalo. Kalau bisa modal awal Rp1 triliun, itu sudah cukup lah,” katanya.
Pada kesempatan lain, Bupati Boalemo Rum Pagau menyesalkan pihak BSG yang tidak mengikutsertakan perwakilan Gorontalo dalam bursa komisaris BSG.
Padahal, ia menilai pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo termasuk pendiri Bank SulutGo.
"Kami memberikan masukan tadi untuk komisaris dan direksi, minta ada perwakilan Gorontalo," ujar Rum Pagau kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Kini Bupati Boalemo akan menarik semua dana milik daerah dari Bank SulutGo.
"Saya akan perintahkan dana yang ada di Bank Sulut sekarang," tegasnya.
Tak hanya itu, Rum Pagau akan mengevaluasi masalah RUPS ini dengan kepala daerah di Gorontalo.
"Kita akan mendirikan bank baru. Bank daerah Gorontalo yang tentunya para pesaham orang-orang Gorontalo termasuk Pak Sandiaga Uno," tuturnya.
Baca juga: Saksi Ungkap Julia Sangala Diboncengi Pria sebelum Tewas, Polisi Gorontalo Utara Curiga Hal Ini
Adapun Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyatakan kekecewaannya terhadap hasil RUPS yang digelar tertutup di Kantor Pusat BSG, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu, 9 April 2025.
Menurut Sofyan, keputusan menghilangkan representasi Gorontalo di jajaran komisaris merupakan bentuk pengabaian terhadap kontribusi dan kepentingan daerah.
“Berarti ini kan penghilangan orang Gorontalo di (jajaran) komisaris,” ungkap Sofyan Puhi saat dihubungi TribunGorontalo.com via WhatsApp.
Sofyan menjelaskan, untuk jajaran direksi dirinya tidak mempermasalahkan jika tidak ada nama dari Gorontalo, mengingat masa jabatan direksi saat ini masih akan berakhir pada tahun 2026.
Namun untuk posisi komisaris, kata dia, seharusnya masih bisa dibahas bersama. Pasalnya, dalam RUPS, pimpinan rapat yang juga Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, langsung menyodorkan nama-nama baru tanpa memberi ruang bagi peserta rapat dari Gorontalo untuk mengusulkan perwakilan.
“Komisaris pun sebenarnya masa jabatannya belum habis, tapi tiba-tiba sudah ada nama-nama baru yang langsung disodorkan oleh pimpinan rapat,” ujarnya.
Atas keputusan tersebut, Sofyan menyatakan bahwa dana milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang selama ini ditempatkan di Bank SulutGo akan segera ditarik.