Gorontalo Tinggalkan Bank SulutGo
Kisruh RUPS Bank SulutGo, Adhan Dambea hingga Rum Pagau Inisiasi Bentuk Bank Daerah Gorontalo
Belakangan kisruh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan tertutup oleh pihak manajemen Bank SulutGo (BSG).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rum-Pagau-dan-Adhan-Dambea.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Belakangan kisruh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan tertutup oleh pihak manajemen Bank SulutGo (BSG).
RUPS ini digelar di Kantor Pusat BSG, Manado, pada 9 April 2025.
Rapat yang dipimpin Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, itu membahas daftar calon komisaris BSG.
Tidak adanya perwakilan dari Gorontalo memicu ketegangan antara pemerintah daerah Gorontalo dan pihak BSG.
Sejumlah kepala daerah kini mengambil langkah tegas berupa penarikan dana daerah dari BSG.
Tak hanya itu Adhan Dambea selaku Wali Kota Gorontalo hingga Rum Pagau Bupati Boalemo kini mulai menginiasi pembentukan bank daerah.
“Ini bentuk pelecehan terhadap Gorontalo. Tidak ada penghargaan,” ujar Adhan kepada TribunGorontalo.com, Rabu (9/4/2025).
Menurutnya, pengangkatan komisaris baru tersebut tidak mencerminkan semangat kolektif antardaerah pemegang saham.
Justru ia menilai, nama-nama yang ditunjuk lebih mengarah pada orang-orang dekat Gubernur Sulawesi Utara, seperti mantan kepala daerah dan kerabat pejabat tinggi.
Adhan menjelaskan bahwa seluruh dana yang selama ini disimpan di BSG, termasuk kas daerah dan pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), akan dipindahkan ke bank lain.
“Soal teknis gaji itu bukan urusan kita, itu urusan BSG. Yang jelas uangnya akan kita pindahkan,” tegasnya.
Untuk dana yang butuh persetujuan dari pusat, seperti Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus, Pemkot akan segera berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan, baik yang ada di Gorontalo maupun langsung ke Jakarta.
“Kalau dana yang dikelola pemkot sendiri, kita bisa langsung eksekusi. Tapi untuk yang lain kita konsultasikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Adhan mendorong pembentukan bank daerah milik Gorontalo sendiri.
Ia menilai ini sebagai jalan keluar agar ke depan daerah tidak lagi bergantung pada kebijakan dari luar yang tidak berpihak.