Berita Viral
Demi Bayar Utang Pernikahan, Pemuda 22 Tahun di Surabaya Viral Nekat Habisi Nyawa Sang Ayah
Pemuda berusia 22 tahun asal Surabaya ini nekat menghabisi nyawa sang ayah. Hal ini dikarenakan utang pernikahannya yang harus segera di bayar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/bv-kjhb-kmnkj.jpg)
Siasat Licik AUO Menghabisi Korban
Hubungan AUO dan ayahnya yang berbisnis jual beli mobil memang kerap diwarnai pertengkaran.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Peserta Karapan Sapi Kecelakaan - Warga Sumringah Lihat Pacuan Kuda
AUO adalah anak sulung dari empat bersaudara, diungkap pernah membawa ayahnya ke Jakarta untuk menebus mobil yang digadaikan.
Namun, ia meninggalkan ayahnya sendirian di sana.
Upaya mengambil kembali mobil itu dilakukan pada Sabtu dini hari, AUO dan ayahnya berboncengan sepeda motor Honda Scoopy.
Janji bertemu penggadai di parkiran minimarket Krembangan diduga hanya akal-akalan AUO. Kekecewaan dan pertengkaran kembali terjadi di rumah.
AUO kembali berdalih akan bertemu penggadai di Jalan Raya Darmo Permai II.
Baca juga: Karena Kehabisan Tiket, Asisten Pribadi Prabowo Viral karena Dijemput Langsung Presiden di Bengkulu
Mereka pun memutuskan pergi lagi ke Raya Darmo Permai II.
Di lokasi itu, emosi sang ayah memuncak ketika penggadai tak kunjung muncul.
Saat keduanya cekcok lagi, tak terduga AUO menyikut wajah ayahnya hingga terjatuh.
Amarah membutakan AUO, dia memukul kepala ayahnya dengan benda tumpul yang ada di dekat lokasi hingga tewas.
Kemudian, AUO pulang menceritakan ke keluarganya, kalau ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.
Keluarga yang mulanya percaya, langsung menuju lokasi.
Baca juga: Viral Kemunculan Kawasaki Corleo, Robot Berkaki Empat yang Diyakini Jadi Kendaraan Masa Depan
Tapi yang mereka temukan adalah jasad MS sudah dievakuasi polisi ke RSUD dr Soetomo.
Hasil autopsi mengungkap kebenaran yang mengerikan, yaitu MS dibunuh anak kandungnya sendiri.
Tentu saja ini jadi pelajaran bagi kita semua. Bagaimana, segala sesuatu itu tak mesti disikapi dengan amarah. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com