Mudik Lebaran
Cerita Penumpang Kapal Ferry Gorontalo, Kelabakan Cari Perlindungan saat Cuaca Buruk
Reza Saad, menceritakan pengalamannya saat menaiki kapal Ferry menuju Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-penumpang-KMP-Moinit.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Reza Saad, menceritakan pengalamannya saat menaiki kapal Ferry menuju Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo.
Reza termasuk penumpang kelas ekonomi itu tak mendapatkan tempat tidur.
Ia terpaksa berdesak-desakan dengan penumpang lain di dek kapal.
"Saat perjalanan ke Gorontalo, cuacanya sangat buruk sekali," ungkapnya saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Senin (7/4/2025).
Ketika di tengah laut, mereka kelabakan mencari tempat perlindungan karena hujan deras.
"Kami pun saling berdesakan apalagi penumpang begitu banyak dan kami harus berteduh," ujarnya.
Menurut Reza, banyak penumpang tidak kebagian tempat tidur.
Sepengetahuan dia, penumpang mudik Lebaran 2025 ini sangat padat.
"Kalau perbandingan dengan tahun sebelumnya, lebih banyak tahun ini," bebernya.
Reza berasal dari Pagimana itu baru saja kembali dari berlibur di kampung halamannya.
Kini ia harus kembali ke Gorontalo untuk bekerja.
Berbeda dengan Moh Aditya Prasetyo Uke, penumpang yang berkunjung ke Gorontalo untuk merayakan Hari Ketupat.
"Saya ke sini hanya berlibur karena saya tinggal di Luwuk," ujarnya.
Aditya datang bersama ibu dan ayahnya. Ibunya warga Gorontalo, sedangkan ayahnya dari Sulawesi Tengah.
Ia turut merasakan kekhawatiran saat cuaca buruk.