Sabtu, 7 Maret 2026

Content Kades Papancuri

Viral Konten Parodi 'Kades Papancuri' Diprotes Para Kepala Desa di Gorontalo, Ancam Lapor Polisi

Perlu diketahui, Papancuri adalah logat dalam bahasa Gorontalo yang artinya Pencuri. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Viral Konten Parodi 'Kades Papancuri' Diprotes Para Kepala Desa di Gorontalo, Ancam Lapor Polisi
Tangkapan Layar
VIDEO PARODI -- Content creator Gorontalo dikecam para kades gara-gara parodikan "kades papancuri". Video ini viral di medsos dan memicu pro dan kontra para kades. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebuah video parodi yang menggambarkan seorang kepala desa (kades) dengan sebutan "Papancuri", viral di media sosial TikTok.

Perlu diketahui, Papancuri adalah logat dalam bahasa Gorontalo yang artinya Pencuri. 

Video berdurasi 20 detik itu pun menuai reaksi keras dari para kades di Gorontalo.

Para kades ini merasa tersinggung dan berencana melaporkannya ke pihak kepolisian.

Baca juga: 656 Napi Gorontalo Dapat Potongan Masa Tahanan Idul Fitri, 7 Orang Langsung Bebas

Dalam video tersebut, tampak seorang pria yang berperan sebagai kades mengenakan kemeja putih, celana abu-abu, dan songkok.

Ia berdiri di depan sebuah motor sport Kawasaki Ninja yang dikenal memiliki harga tinggi.

Empat pemuda yang menjadi bagian dari adegan itu pun tampak menyaksikan pria yang digambarkan sebagai kades tersebut menaiki motor dengan knalpot racing.

Salah satu dari mereka lantas nyeletuk, "Eh, bukannya ayahanda baru dilantik itu?"

Kawan lainnya pun menimpali, "Iyo, baru dia lantik kasana tiga hari lalu ini."

Percakapan berlanjut dengan pertanyaan yang mengarah pada kejanggalan terkait kepemilikan motor mewah tersebut.

"So nae motor Ninja ini?" tanya salah satu pemuda dengan nada heran.

Adegan berlanjut saat sang kades menggeber motor dan melaju melewati para pemuda itu.

Tanpa ragu, mereka pun spontan meneriakkan "Papancuri!" yang dalam bahasa Gorontalo berarti pencuri.

Video ini memang tidak secara eksplisit menyebutkan nama ataupun lokasi kades yang dimaksud.

Baca juga: Pasca Lebaran Idul Fitri, Sejumlah Toko di Kota Gorontalo Mulai Beroperasi Kembali

Namun tetap memicu kemarahan di kalangan para kepala desa di Gorontalo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved