Jumat, 13 Maret 2026

Debt Collector Keroyok Nasabah

BREAKING NEWS: 6 Debt Collector yang Disewa Mandala Gorontalo Resmi jadi Tersangka Pengeroyokan

Kejadian ini sempat viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku, Sabtu (17/8).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: 6 Debt Collector yang Disewa Mandala Gorontalo Resmi jadi Tersangka Pengeroyokan
HMS
JADI TERSANGKA - 6 debt collector yang menganiaya warga karena dianggap menunggak angsuran di Mandala Finnance Gorontalo, akhirnya ditahan polisi. Keenam ini ditetapkan tersangka sejak Jumat 28 Maret 2025. 

Tanpa banyak penjelasan, pria-pria tersebut memaksa Andi untuk mengikuti mereka ke kantor finnance.

"Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," ungkap Andi kepada TribunGorontalo.com.

Andi yang merasa tak punya alasan untuk menolak akhirnya mengikuti mereka.

Setibanya di kantor finnance, ia langsung dibawa ke lantai dua.

Ia pun diinterogasi terkait dugaan tunggakan pembayaran kendaraan.

Namun, Andi dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Ia mengaku sudah melunasi cicilan motornya selama 36 bulan dan bahkan telah mengambil BPKB kendaraan sebagai bukti sah.

"Semua sudah lunas. Saya tidak punya utang lagi. BPKB juga sudah saya ambil," tegasnya.

Ketegangan memuncak ketika Andi berusaha turun ke lantai bawah untuk menunjukkan BPKB sebagai bukti.

Saat ia hendak menyalakan motornya, seorang debt collector tiba-tiba merampas kuncinya secara paksa.

Aksi tersebut memicu cekcok yang berujung pada pengeroyokan brutal.

Tujuh pria menghujani Andi dengan pukulan menggunakan kayu, batu, dan bahkan helm.

Tak berdaya, ia hanya bisa berusaha melindungi diri dari serangan yang bertubi-tubi.

"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," ungkapnya dengan suara lemah.

Iwan Pakaya, yang menyaksikan insiden tersebut, berusaha melerai. Namun, upayanya sia-sia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved