Tumbilotohe Gorontalo
Festival Green Tumbilotohe 2025 di Kota Gorontalo Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi
Sekitar seribu peserta dari berbagai kalangan, termasuk siswa-siswi SMP, ibu-ibu majelis taklim, dan komunitas pecinta hewan, ikut meramaikan pawai.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TUMBILOTOHE-Suasana-pembukaan-Festival-Green-selamat-di-Kelurahan-Siendeng.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ratusan masyarakat Kota Gorontalo memadati kawasan Festival Green Tumbilotohe 2025 tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di Jalan Gunung Agung, Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, pada Rabu (26/3/2025).
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari sebelum acara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah.
Banyaknya pengunjung membuat Satlantas Polresta Gorontalo Kota harus bekerja ekstra dalam mengatur arus lalu lintas yang mulai padat.
Festival ini menghadirkan beragam atraksi dan permainan tradisional khas Gorontalo, seperti tengge-tengge, bunggo, dan dana-dana.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati lapak UMKM yang berjejer di sepanjang jalan, menawarkan berbagai produk lokal.
Puncak acara semakin semarak saat Wakil Gubernur Idah Syahidah melepas peserta pawai obor.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Secara Simbolis Nyalakan Lampu Pertama Tumbilotohe 2025
Sekitar seribu peserta dari berbagai kalangan, termasuk siswa-siswi SMP, ibu-ibu majelis taklim, dan komunitas pecinta hewan, ikut meramaikan pawai.
Peserta pawai menempuh rute Jalan Gunung Agung menuju Taruna Remaja, Kota Gorontalo.
Gubernur Gorontalo: Tumbilotohe, Tradisi Menyambut Lailatul Qadar
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjelaskan terkait Tumbilotohe.
Menurut dia ini merupakan tradisi penerangan tiga hari menjelang Idulfitri yang melambangkan persiapan menyambut Lailatul Qadar.
"Momentum ini tidak hanya sekadar penerangan, tetapi juga simbol spiritual untuk memperbanyak doa dan ibadah di malam-malam terakhir Ramadan," ujar Gusnar dalam wawancara dengan TribunGorontalo.com.
Ia juga menekankan bahwa Festival Green Tumbilotohe 2025 mengusung konsep ramah lingkungan dengan tema "Kreativitas Berbasis Tradisi Mendukung Pariwisata Berkelanjutan".
"Karena bahan-bahannya dari alam, Insya Allah konsep ini akan semakin berkembang di Provinsi Gorontalo," tambahnya.
Makna Tumbilotohe dalam Budaya Gorontalo
Kata Tumbilotohe berasal dari bahasa Gorontalo, di mana "Tumbilo" berarti menyalakan, dan "Tohe" berarti lampu.
Ritual ini bukan sekadar penerangan, tetapi juga memiliki nilai religiusitas, penghormatan, penghambaan, serta doa dan harapan.
Menurut Abdul Wahab Thomas, Dosen Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Tumbilotohe menjadi simbol penghubung antara generasi terdahulu dengan masyarakat masa kini.
"Dalam tradisi ini, masyarakat tidak hanya menyalakan lampu, tetapi juga mengucapkan doa-doa," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (28/3/2024).
Seiring perkembangan zaman, bentuk penerangan dalam Tumbilotohe juga mengalami perubahan.
Dahulu, masyarakat menggunakan obor, kemudian beralih ke lampu dari kemasan minuman energi, dan kini semakin populer dengan lampu hias seperti lampu tumblr.
Menurut Tony Iskandar Mondong, Sejarawan UNG, pergeseran ini bukanlah masalah karena tradisi terus berkembang mengikuti zaman.
"Terpenting adalah bagaimana Tumbilotohe tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Gorontalo," ujarnya.
Selain lampu, ada satu elemen khas dalam Tumbilotohe, yaitu alikusu.
Alikusu adalah tugu kecil yang biasanya terbuat dari bambu kuning, yang berfungsi sebagai tempat meletakkan lampu Tumbilotohe di depan bangunan.
Dahulu, jumlah lampu dalam perayaan Tumbilotohe masih terbatas, tetapi kini semakin banyak dan meriah, menambah suasana Ramadan di Gorontalo semakin semarak.
Dengan perkembangan zaman dan inovasi yang terus muncul, Tumbilotohe tetap menjadi tradisi yang dijaga dan diwariskan oleh masyarakat Gorontalo.(*)
| Kisah di Balik Tradisi Tumbilotohe Gorontalo: Titin Dama Lanjutkan Bisnis Lampu Botol Warisan Ayah |
|
|---|
| Tradisi Tumbilotohe Jadi Peluang Usaha Warga Gorontalo, Eman Djakaria Aktif Produksi Alikusu |
|
|---|
| Setahun Sekali Jualan, Reni Yanti Jajakan Lampu Botol Jelang Tradisi Tumbilotohe Gorontalo |
|
|---|
| Lampu Botol Tumbilotohe Nonce Abuada Dijual Serba Rp 5 Ribu di Sudut Jalan Kota Gorontalo |
|
|---|
| Panorama Cantik saat Malam Tumbilotohe di SMK Negeri 1 Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.