Tumbilotohe Gorontalo
Lampu Botol Tumbilotohe Nonce Abuada Dijual Serba Rp 5 Ribu di Sudut Jalan Kota Gorontalo
Di sebuah pertigaan jalan yang cukup ramai di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo tepatnya di depan SDN 27 Kota Selatan, deretan lampu botol
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEDAGANG-TIMBILOTOHE-Nonce-Abuada-54-berjualan-lampu-botol-di-Jalan-Jaksa-Agung-Suprapto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Deretan lampu botol terlihat tersusun rapi di sebuah lapak kecil di sebuah pertigaan jalan yang cukup ramai di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo tepatnya di depan SDN 27 Kota Selatan,
Lampu-lampu itu berjajar memanjang di atas meja jualan. Botol-botol kaca berwarna cokelat dipasangi tutup logam dengan sumbu putih kecil di bagian atasnya.
Sebagian lagi digantung menggunakan tali, membentuk untaian lampu yang bergoyang pelan tertiup angin.
Di balik deretan lampu tersebut, seorang perempuan duduk tenang memperhatikan kendaraan yang lalu-lalang di jalan depan lapaknya.
Perempuan itu adalah Nonce Abuada (54).
Baca juga: Ramadan Hari ke-16: Doa, Fadhilah Puasa, dan Salat Tarawih Penuh Pahala
Sejak Kamis (5/3/2026) pagi, ia mulai berjualan lampu botol di pertigaan Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Kelurahan Limbau Dua, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Lapak sederhana miliknya berdiri di bawah tenda terpal berwarna biru dan oranye. Tepat di di depan papan nama SDN 27 Kota Selatan.
Dari simpang empat Glael atau dari arah jalan HBS Jassin lapak Nonce berada di sebalah kiri. Sedangkan dari arah simpang empat SMPN 6 Kota Gorontalo lapaknya di sebelah kanan.
Nonce mengatakan, ia mulai membuka lapak sejak pukul 08.00 Wita.
“Baru mulai hari ini saya jualan lagi. Biasanya kalau sudah masuk bulan puasa, apalagi sudah mendekati Tumbilotohe, orang-orang mulai mencari lampu seperti ini untuk dipasang di rumah,” ujarnya saat ditemui TribunGorontalo.com sore hari saat awan mulai menghitam menandakan akan turun hujan.
Menurutnya, lampu botol masih banyak digunakan warga Gorontalo untuk menyemarakkan tradisi Tumbilotohe, yaitu malam pasang lampu yang digelar pada tiga malam terakhir menjelang Idulfitri.
Pada malam tersebut, warga biasanya menyalakan lampu di halaman rumah, pagar, hingga di sepanjang jalan kampung.
“Kalau sudah dekat Tumbilotohe biasanya banyak yang cari lampu. Mereka pasang di depan rumah, di halaman, kadang juga di pinggir jalan. Jadi dari sekarang sudah mulai ada yang beli,” katanya.
Lampu botol yang dijual Nonce dibanderol Rp5.000 per empat buah untuk lampu yang sudah dilengkapi sumbu.
Sedangkan yang ingin membeli sumbuh saja ia patok dengan harga Rp5.000 per gantong.