Debt Collector Keroyok Nasabah
Polisi Gorontalo Selidiki Kasus Nasabah Dikeroyok 6 Debt Collector, Ada Bukti Rekaman CCTV
Polresta Gorontalo Kota menyelidiki kasus nasabah dikeroyok debt collector.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasat-Reskrim-Polresta-Gorontalo-Kota-AKP-Akmal-Novian-Reza.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Polresta Gorontalo Kota menyelidiki kasus nasabah dikeroyok debt collector.
Polisi kini tengah mendalami bukti-bukti dan menerima laporan dari kedua belah pihak.
Diketahui salah satu terduga pelaku melaporkan nasabah Moh Andi Indalan ke Polsek Kota Timur pada Senin (25/3/2025) malam.
Sementara korban melaporkan debt collector ke Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (26/3/2025) pagi.
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, AKP Akmal Novian Reza, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memanggil dan mempertemukan para pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Kasus ini sudah kami terima dan akan kami proses lebih lanjut. Kami telah memanggil pihak finance Mandala dan juga masyarakat untuk klarifikasi," ujar AKP Akmal, Rabu (26/3/2025).
Dalam penyelidikan awal, polisi telah mengamankan rekaman CCTV sebagai bukti utama dalam kasus ini.
"Barang bukti yang kami terima saat ini baru berupa rekaman CCTV. Bukti ini akan menjadi dasar pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.
Selain itu, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai insiden tersebut.
"Saat ini, kedua pihak sudah saling melapor. Kami akan mendalami apakah ada unsur penganiayaan atau perusakan dalam kejadian ini," tutup AKP Akmal.
Awal kejadian
Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, korban pengeroyokan adalah Moh Andi Indalan alias Andi.
Andi menceritakan awal mula dirinya dikeroyok oleh enam debt collector.
Menurut keterangan Andi, insiden bermula ketika ia bersama iparnya, Iwan Pakaya (45), dalam perjalanan pulang usai berbelanja perlengkapan air dap.
Saat melintas di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Andi tiba-tiba dicegat oleh sekelompok pria yang mengendarai empat motor.
"Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," ungkap Andi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).