Minggu, 8 Maret 2026

Debt Collector Keroyok Nasabah

Polisi Gorontalo Selidiki Kasus Nasabah Dikeroyok 6 Debt Collector, Ada Bukti Rekaman CCTV

Polresta Gorontalo Kota menyelidiki kasus nasabah dikeroyok debt collector.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Polisi Gorontalo Selidiki Kasus Nasabah Dikeroyok 6 Debt Collector, Ada Bukti Rekaman CCTV
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
KASUS PENGEROYOKAN - Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, AKP Akmal Novian Reza (Pria berkemeja putih) saat memberikan pernyataan terkait perkembangan kasus debt collector. Polisi kini mengantongi bukti CCTV untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). 

Andi lantas menghubungi keluarganya di kampung untuk meminta bantuan.

Ia takut perkara yang dialaminya semakin pelik.

Andi melapor ke Polresta Gorontalo Kota

DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Moh Andi Indalan saat menuju ke Klinik Pratama Polresta Gorontalo untuk dilakukan visum, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh tujuh debt collector Mandala Multifinance. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang).
DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Moh Andi Indalan saat menuju ke Klinik Pratama Polresta Gorontalo untuk dilakukan visum, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh tujuh debt collector Mandala Multifinance. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Andi dan sepupunya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke ke Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (25/3/2025) pukul 10.38 Wita.

Kepada polisi, Andi menjelaskan kronologi pemukulan yang dialaminya Senin (24/3/) kemarin.

Ia juga memperlihatkan luka pada lengan akibat berkelahi dengan debt collector.

Andi kemudian diarahkan polisi untuk menjalani visum di Klinik Pratama Polresta Gorontalo Kota sebagai bukti atas dugaan penganiayaan.

Baca juga: 7 Fakta Pria Pagimana Dianiaya Debt Collector di Kota Gorontalo, Korban Turut Dilaporkan ke Polisi

Andi dilaporkan debt collector

AKP Akmal menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari perwakilan debt collector mengatasnamakan Lintas Borneo Sukses (LBS).

LBS merupakan pihak ketiga dari perusahaan pembiayaan di Gorontalo.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Moh Andi Indalan juga diduga melakukan penganiayaan.

"Kami sudah menerima dua laporan, satu dari korban yang mengaku dikeroyok oleh debt collector, dan satu lagi dari pihak LBS yang melaporkan Moh Andi atas dugaan penganiayaan," jelas AKP Akmal.

Mandala Multifinance Gorontalo lepas tangan

Kepala Cabang Mandala Multifinance Gorontalo, Yuda, menegaskan bahwa korban bukan nasabah mereka, melainkan nasabah dari Mandala Finance Cabang Luwuk.

"Yang pertama, konsumen tersebut bukan konsumen Mandala Gorontalo. Konsumen ini berasal dari cabang Luwuk dan memiliki tunggakan pembayaran. Saya sudah cek database, dan nama tersebut tidak ada di sistem kami," ujar Yuda kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, permasalahan ini berkaitan dengan cabang Luwuk dan tidak ada hubungannya dengan Mandala Finance Gorontalo.

Namun, karena korban berada di Gorontalo, maka urusan tersebut diarahkan ke kantor Mandala terdekat.

Terkait informasi bahwa korban sempat dibawa ke lantai dua kantor Mandala sebelum terjadi dugaan pengeroyokan, Yuda mengakui hal tersebut.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved