Debt Collector Keroyok Nasabah
Polisi Gorontalo Selidiki Kasus Nasabah Dikeroyok 6 Debt Collector, Ada Bukti Rekaman CCTV
Polresta Gorontalo Kota menyelidiki kasus nasabah dikeroyok debt collector.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasat-Reskrim-Polresta-Gorontalo-Kota-AKP-Akmal-Novian-Reza.jpg)
Andi lantas menghubungi keluarganya di kampung untuk meminta bantuan.
Ia takut perkara yang dialaminya semakin pelik.
Andi melapor ke Polresta Gorontalo Kota
Andi dan sepupunya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke ke Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (25/3/2025) pukul 10.38 Wita.
Kepada polisi, Andi menjelaskan kronologi pemukulan yang dialaminya Senin (24/3/) kemarin.
Ia juga memperlihatkan luka pada lengan akibat berkelahi dengan debt collector.
Andi kemudian diarahkan polisi untuk menjalani visum di Klinik Pratama Polresta Gorontalo Kota sebagai bukti atas dugaan penganiayaan.
Baca juga: 7 Fakta Pria Pagimana Dianiaya Debt Collector di Kota Gorontalo, Korban Turut Dilaporkan ke Polisi
Andi dilaporkan debt collector
AKP Akmal menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari perwakilan debt collector mengatasnamakan Lintas Borneo Sukses (LBS).
LBS merupakan pihak ketiga dari perusahaan pembiayaan di Gorontalo.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Moh Andi Indalan juga diduga melakukan penganiayaan.
"Kami sudah menerima dua laporan, satu dari korban yang mengaku dikeroyok oleh debt collector, dan satu lagi dari pihak LBS yang melaporkan Moh Andi atas dugaan penganiayaan," jelas AKP Akmal.
Mandala Multifinance Gorontalo lepas tangan
Kepala Cabang Mandala Multifinance Gorontalo, Yuda, menegaskan bahwa korban bukan nasabah mereka, melainkan nasabah dari Mandala Finance Cabang Luwuk.
"Yang pertama, konsumen tersebut bukan konsumen Mandala Gorontalo. Konsumen ini berasal dari cabang Luwuk dan memiliki tunggakan pembayaran. Saya sudah cek database, dan nama tersebut tidak ada di sistem kami," ujar Yuda kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).
Menurutnya, permasalahan ini berkaitan dengan cabang Luwuk dan tidak ada hubungannya dengan Mandala Finance Gorontalo.
Namun, karena korban berada di Gorontalo, maka urusan tersebut diarahkan ke kantor Mandala terdekat.
Terkait informasi bahwa korban sempat dibawa ke lantai dua kantor Mandala sebelum terjadi dugaan pengeroyokan, Yuda mengakui hal tersebut.