Selasa, 3 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Festival Pawai Obor dan Kokoo Perdana di Bone Bolango di Malam Tumbilotohe

Festival ini diinisiasi oleh gabungan remaja masjid dari Desa Toto Selatan dan Poowo Barat, dengan melibatkan Masjid Al-Maghfirah, Masjid Nurul Islam,

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Festival Pawai Obor dan Kokoo Perdana di Bone Bolango di Malam Tumbilotohe
TribunGorontalo
ILUSTRASI -- Ratusan anak-anak Bone Bolango mengikuti pawai obor dalam peringatan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1445 H. 

Ketua panitia, Zubaedi Umar, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya festival ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango, Sekda, serta seluruh jajaran pemerintah kabupaten yang telah mendukung terselenggaranya festival ini. Semoga Pawai Obor dan Kokoo dapat menjadi tradisi tahunan di Bone Bolango," tuturnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, masyarakat berharap Festival Pawai Obor dan Kokoo dapat terus berkembang menjadi bagian dari identitas budaya Bone Bolango di tahun-tahun mendatang.

Curhat Penjual Lampu Botol

Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo selalu dinanti warga, namun bagi para pedagang lampu botol, momen ini tak selalu menjanjikan keuntungan besar.

Nonce Abuada (55), salah satu penjual lampu botol di Jalan Jaksa Agung Suprapto No 9, berbagi kisah tentang usahanya yang bertahan di tengah persaingan.

Sejak pagi, Nonce duduk menanti pembeli.

Di hadapannya, puluhan botol kaca tersusun rapi, sudah dilengkapi sumbu dan siap digunakan. 

Namun, hingga hari pertama berjualan, penjualannya masih sepi.

“Kalau dari hari Senin masih sedikit yang beli,” ujar Nonce sambil membenahi botol-botol dagangannya.

Ia memperkirakan pembeli baru akan ramai menjelang dua hari sebelum malam puncak Tumbilotohe.

Meskipun pendapatannya tidak selalu besar, Nonce tetap bertahan.

Ia mengaku sehari hanya memperoleh sekitar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu. 

Namun, saat mendekati malam pasang lampu, penjualannya bisa meningkat.

“Biasanya kalau sudah dekat malam pasang lampu, pasti lebih ramai, insyaAllah,” tuturnya.

Lampu botol yang dijual Nonce adalah hasil buatan sendiri, dibantu oleh suaminya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved