Tumbilotohe Gorontalo
Curhat Penjual Lampu Botol Tumbilotohe di Gorontalo: Pendapatan Biasa-biasa Saja!
Nonce Abuada (55), salah satu penjual lampu botol di Jalan Jaksa Agung Suprapto No 9, berbagi kisah tentang usahanya yang bertahan di tengah persainga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lampu-botol-Nonce-Abuada.jpg)
Mereka pun memusatkan Tumbilotohe di satu lahan kecil.
"Pokoknya sepanjang jalan nantinya akan dipasang lampu-lampu, kemungkinan sebagian dari Padamala (media Tumbilotohe jaman dulu)," ungkap Bachtin.
Hingga kini kata Bachtin konsep tersebut masih diupayakan segera rampung.
Atas hal inilah, warga lain pun turut membuat hal yang sama.
Seperti di Jalan Rajawali, mereka mengusung konsep Tumbilotohe menggunakan lampu hias.
Lampu hias ini didesain seperti terowongan yang mengarah langsung ke area pemukiman.
Bukan tanpa alasan, lokasi yang mereka pilih bukan di bahu jalan atau lapangan yang luas.
"Sengaja dibuat di lorong agar tidak menggangu aktivitas jalan raya," tukasnya.(*)
| Tradisi Tumbilotohe Jadi Peluang Usaha Warga Gorontalo, Eman Djakaria Aktif Produksi Alikusu |
|
|---|
| Setahun Sekali Jualan, Reni Yanti Jajakan Lampu Botol Jelang Tradisi Tumbilotohe Gorontalo |
|
|---|
| Lampu Botol Tumbilotohe Nonce Abuada Dijual Serba Rp 5 Ribu di Sudut Jalan Kota Gorontalo |
|
|---|
| Panorama Cantik saat Malam Tumbilotohe di SMK Negeri 1 Gorontalo |
|
|---|
| Dari Lampu Minyak ke LED, Apakah Tumbilotohe Kehilangan Jiwanya? |
|
|---|