Berita Viral
Dua Kelompok Remaja di Jakarta Barat Tawuran, Saling Serang Pakai Petasan hingga Sebabkan Kemacetan
Dilansir dari Kompas.com, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Aprino Tamara mengatakan petugas sedang melacak pelat nomor motor yang digunakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/asdfheryjnh.jpg)
Padahal masyarakat pun saat itu lagi tidak memiliki uang.
Baca juga: Wilie Salim Dilaporkan ke Polisi, Karena Konten Rendang 200 Kg, Disebut Rusak Nama Baik Palembang
Atas dasar itulah, KKB melakukan tindak kejahatan bagi warga di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dilansir dari TribunMedan.com, Kapolres Yahukimo, AKBP Heru Hidayanto membenarkan penyerangan yang dilakukan oleh KKB itu.
Ia mengaku mendapatkan laporan ada 6 tenaga pendidik dibunuh oleh KKB.
"Apalagi di wilayah itu tidak ada pos polisi," kata AKBP Heru Hidayanto.
Baca juga: Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Besok Selasa 24 Maret 2025: Cinta hingga Keuangan
Ia mengatakan, dari laporan yang diterimanya, para korban diserang saat berada di rumah pada Jumat (21/3/2025) sekitar pukul 16.00 WIT.
KKB masuk ke rumah para tenaga pendidik dan kembali menyerang serta membakar rumah dan sekolah.
Disebutkan, para korban merupakan warga asal Toraja, Kupang, Flores, dan, Atambua.
Penyerangan dan pembakaran sekolah dan rumah guru ini dilakukan KKB yang berjumlah sekitar 20 orang dengan membawa senjata api.
Baca juga: Lapangan Ippot Gorontalo Akan Dihiasi 3.150 Lampu Botol dan Festival Bunggo di Malam Tumbilotohe
Motif penyerangan itu diduga karena tidak diberikan uang oleh masyarakat Distrik Anggruk saat kelompok tersebut meminta uang kepada Masyarakat karena masyarakat sendiri juga tidak memiliki uang.
Bahkan dampak dari kabar penyerangan KKB ini membuat warga Yahukimo dari Distrik Pronggoli dan Distrik Panggema terpaksa mengungsi. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com