Pasar Senggol Gorontalo
Dinas Perhubungan Boalemo Tingkatkan Keamanan Parkir di Pasar Senggol
Kepala Bidang Perhubungan, Mustofa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis guna menghindari kemacetan.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Minarti Mansombo
Fitrah sendiri mulai berjualan sejak dua minggu lalu dengan sistem shift bersama beberapa karyawan lainnya. Ia bertugas dari pagi hingga malam, sebelum digantikan oleh rekan lainnya.
"Kami di sini jualan per shift. Saya dari pagi sampai malam, lalu ada karyawan lain yang menggantikan," tuturnya.
Selain sepinya pengunjung, pedagang juga menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu. Hujan yang kerap turun membuat kondisi pasar semakin sulit.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Sabtu 22 Maret 2025, Info BMKG Beberapa Wialayah Potensi Hujat Lebat
"Kalau hujan, makin sedikit pembeli. Kita juga harus sibuk mengatur barang agar tidak basah," keluhnya.
Harga sepatu yang dijual di lapaknya bervariasi, mulai dari Rp90 ribu hingga di atas Rp100 ribu.
Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan menunjukkan bahwa suasana Pasar Senggol memang sepi.
Hanya sedikit masyarakat yang berhenti di lapak-lapak pedagang, sementara banyak lainnya hanya melintas dengan kendaraan.
Turunnya hujan gerimis juga semakin menambah sepinya suasana.
Kebanyakan masyarakat justru lebih memilih untuk duduk dan membeli makanan di sekitar pasar daripada berbelanja barang.
Dengan kondisi ini, para pedagang berharap situasi akan membaik menjelang Lebaran agar mereka dapat menutup bulan Ramadan dengan hasil yang lebih baik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-Dinas-Perhubungan-Kabupaten-Boalemo.jpg)