Pasar Senggol Gorontalo

Dinas Perhubungan Boalemo Tingkatkan Keamanan Parkir di Pasar Senggol

Kepala Bidang Perhubungan, Mustofa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis guna menghindari kemacetan.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Minarti Mansombo
TribunGorontalo.com/Nawir Islim
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BOALEMO - Dinas Perhubungan Boalemo Tingkatkan Keamanan Parkir di Pasar Senggol. Kepala Bidang Perhubungan, Mustofa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis guna menghindari kemacetan serta memastikan keamanan kendaraan pengunjung. Foto (TribunGorontalo.com/Nawir Islim) 

TRIBUNGORONTALO.COM, BoalemoDinas Perhubungan Kabupaten Boalemo memastikan pengelolaan parkir di area Pasar Senggol berjalan dengan aman dan tertib.

Kepala Bidang Perhubungan, Mustofa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis guna menghindari kemacetan serta memastikan keamanan kendaraan pengunjung.

"Kami telah menyiapkan personel untuk mengatur lalu lintas dan memastikan area parkir tertata dengan baik. Ini penting agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja di Pasar Senggol," ujar Mustofa.

Selain menyiapkan petugas di lokasi, Dinas Perhubungan juga berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan, seperti pencurian kendaraan dan pungutan liar yang sering menjadi perhatian di lokasi ramai.

"Kami menghimbau masyarakat agar memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan dan tidak sembarangan agar tidak menghambat arus lalu lintas. Selain itu, tetap waspada terhadap barang-barang pribadi," tambahnya.

Lebih lanjut, Mustofa menjelaskan bahwa ke depan, area parkir untuk Pasar Senggol kemungkinan akan dialihkan ke Terminal Tilamuta jika terminal tersebut tidak digunakan sebagai lokasi pasar. 

"Jika Terminal Tilamuta tidak dipakai untuk Pasar Senggol, maka kami akan memanfaatkannya sebagai area parkir guna mengurangi kepadatan di sekitar pasar," jelasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Dinas Perhubungan berharap masyarakat dapat menikmati suasana Pasar Senggol dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus khawatir tentang masalah parkir.

Nantinya pihak Dinas Perhubungan juga masih akan membicarakan hal tersebut dengan pihak terkait seperti Dinas Perindagkop Kabupaten Boalemo.

Jika di pasar senggol Boalemo Dinas Perhubungan memastikan pengelolaan parkir terjamin, maka pasar senggol di Kota Gorontalo justru sepi.

Baca juga: Niat Puasa Ramadan, Lengkap dengan Amalan Sunnah saat Sahur

Pedagang di Pasar Senggol Kota Gorontalo mengeluhkan sepinya pengunjung.

Hal ini pun berdampak pada turunnya pendapatan para pedagang di Ramadan 2025 ini.

Pasar yang dibuka sejak awal Ramadan 1446 Hijriah ini masih tampak lengang.

Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu ramai oleh pembeli.

Fardhan Lasindrang (21), seorang pedagang sandal dan tas, mengungkapkan keluhannya.

Kata dia bahwa kondisi Pasar Senggol tahun ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Saya melihat pasar senggol tahun ini sangat sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih ramai dan pembeli lebih banyak," ujarnya saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Jumat (21/3/2025).

Menurut Fardhan, peningkatan jumlah pengunjung biasanya terjadi setelah salat tarawih.

Namun, pada pagi hingga sore hari, suasana pasar sangat sunyi.

"Biasanya usai tarawih ramai, tapi kalau pagi sampai sore itu benar-benar sepi. Sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.

Fardhan, yang bekerja sebagai karyawan di salah satu lapak di depan Karsa Utama, Kelurahan Biawao, Kota Gorontalo, berjualan bersama rekannya mulai pukul 09.00 hingga 00.00 Wita.

Ia mengatakan, barang dagangan yang paling diminati adalah sandal karet, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

"Sandal karet paling banyak diminati. Harganya kami patok mulai dari Rp40 ribu hingga Rp80 ribu. Sedangkan tas perempuan rata-rata Rp60 ribu," jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Fitrah Gaga (30), pedagang sepatu. Ia mengatakan, dalam 10 hari menjelang Lebaran di tahun-tahun sebelumnya, Pasar Senggol selalu dipadati pembeli.

Namun, tahun ini situasinya berbeda drastis.

"Biasanya semakin dekat Lebaran, pasar senggol makin ramai. Tapi tahun ini, malah semakin menurun. Dalam sehari, hanya sedikit barang yang laku terjual," ungkapnya.

Fitrah menduga, penurunan jumlah pembeli disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah maraknya penjualan online yang semakin diminati masyarakat.

"Sekarang orang lebih suka belanja online. Mereka tidak perlu repot datang ke pasar dan bisa membeli barang dari rumah," katanya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa semakin banyaknya pasar senggol di berbagai lokasi di Gorontalo menyebabkan pembeli terbagi-bagi.

"Mungkin juga karena sekarang sudah banyak pasar senggol, jadi pembeli tersebar ke berbagai tempat, tidak lagi terfokus di satu lokasi," jelasnya.

Fitrah sendiri mulai berjualan sejak dua minggu lalu dengan sistem shift bersama beberapa karyawan lainnya. Ia bertugas dari pagi hingga malam, sebelum digantikan oleh rekan lainnya.

"Kami di sini jualan per shift. Saya dari pagi sampai malam, lalu ada karyawan lain yang menggantikan," tuturnya.

Selain sepinya pengunjung, pedagang juga menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu. Hujan yang kerap turun membuat kondisi pasar semakin sulit.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Sabtu 22 Maret 2025, Info BMKG Beberapa Wialayah Potensi Hujat Lebat

"Kalau hujan, makin sedikit pembeli. Kita juga harus sibuk mengatur barang agar tidak basah," keluhnya.

Harga sepatu yang dijual di lapaknya bervariasi, mulai dari Rp90 ribu hingga di atas Rp100 ribu.

Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan menunjukkan bahwa suasana Pasar Senggol memang sepi.

Hanya sedikit masyarakat yang berhenti di lapak-lapak pedagang, sementara banyak lainnya hanya melintas dengan kendaraan.

Turunnya hujan gerimis juga semakin menambah sepinya suasana.

Kebanyakan masyarakat justru lebih memilih untuk duduk dan membeli makanan di sekitar pasar daripada berbelanja barang.

Dengan kondisi ini, para pedagang berharap situasi akan membaik menjelang Lebaran agar mereka dapat menutup bulan Ramadan dengan hasil yang lebih baik.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved