Human Interest Story
Iin Sutopo Penjual Lampu Botol di Kota Gorontalo Harap Tumbilotohe 2025 Digelar Secara Tradisional
Menjelang malam Tumbilotohe atau malam pasang lampu di Kota Gorontalo penjual lampu botol mulai bermunculan salah satunya Iin Sutopo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdagstrhyj.jpg)
Iin mengaku ia tetap bersemangat mencari tambahan rezeki meski tak ada pembeli sekalipun.
Apalagi salah satu penyemangatnya adalah ketiga anaknya.
Baca juga: Harga Minyak Tanah Jelang Tumbilotohe di Gorontalo Naik Signifikan
Sebagai seorang penjual, Iin berpendapat bahwa pendapatannya yang naik turun merupakan hal yang biasa.
"Tapi itu hal biasa, kalau dapat rezeki Alhamdulillah kalah belum dapat tidak apa-apa," kata dia.
Tantangan bagi Iin sebagai penjual lampu botol adalah ketika musim hujan tiba, ia harus segera mengatur barang jualannya agar tidak basah.
Iin hanya berjualan di lapak kecil terbuat dari bambu dengan ditutupi oleh terpal.
Sehingganya ketika hujan, dagangannya akan lebih cepat basah.
Baca juga: Cerita Rahma Napu Pedagang Lampu Botol Tumbilotohe di Kota Gorontalo, Ingin Jualan Laris Tahun Ini
"Kalau hujan saya harus cepat-cepat tutup lampu botol, kadang kalau hujannya deras harus dipindahkan di tempat aman, takut roboh lapak saya," paparnya.
Lampu botol milik Iin dipatok dengan harga Rp5 ribu untuk 4 botol.
Ia juga menjual sumbu yang diberi harga Rp10 ribu untuk satu gantung berisi 10 buah.
Iin berharap dirinya bisa meraup untung banyak agar baju lebaran milik anak-anaknya dapat dibeli.
Ia juga berharap kepada pemerintah untuk bisa menghidupkan kembali tradisi lampu botol dengan perayaan tradisional yang mulai menghilang.
"Semoga tradisi Tumbilotohe menggunakan lampu botol digelar kembali, agar dagangan kami juga laku," pungkasnya. (*)