Senin, 23 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Cerita Rahma Napu Pedagang Lampu Botol Tumbilotohe di Kota Gorontalo, Ingin Jualan Laris Tahun Ini

Rahma Napu (34) warga Limbau l, Kota Selatan, Kota Gorontalo merupakan seorang pedagang lampu botol setiap tahun.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Cerita Rahma Napu Pedagang Lampu Botol Tumbilotohe di Kota Gorontalo, Ingin Jualan Laris Tahun Ini
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
PEDAGANG LAMPU BOTOL--Rahma Napu (34) merupakan warga Limbau I, Kota Selatan, Provinsi Gorontalo merupakan pedagang lampu setiap tahunnya.Rahma membuka lapak di ujung JDS, Kota Gorontalo sekiranya pukul 09.00 hingga 18.30 wita, hal itu diungkapkan Rahma ditemui Tribun Gorontalo, Jumat (14/3/2025). Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga 

TRIBUNGORONTALO.COM- Rahma Napu (34) warga Limbau l, Kota Selatan, Kota Gorontalo merupakan seorang pedagang lampu botol setiap tahun.

Rahma membuka lapaknya di ujung JDS, Kota Gorontalo, ia berjualan mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA.

Saat ditemui TribunGorontalo.com, Jumat (14/3/2025) Rahma mengatakan bahwa lampu botol memiliki dua (2) harga yang berbeda. 

Ada yang ia jual dengan harga Rp10 ribu untuk delapan botol dan Harga Rp 10 ribu untuk sepuluh botol. 

"Kalau yang lampu botol pakai penutup dan yang segi empat itu berbeda harganya," ungkapnya di sela-sela ia menjual.

Rahma juga tidak hanya menjual lampu botol, ia juga menjual sumbu lampu dengan harga yang bervariasi.

Baca juga: Sukma Wanita Nonis Antusias Berburu Takjil di Kota Gorontalo: Saya sangat suka

Baca juga: Hikmah Ramadan: Merawat Kemabruran Puasa dari Al-Taib Menuju Al-Tawwab

"Jadi segi empat harganya Rp8 ribu satu lusin, kalau yang model penutup Rp12 ribu satu lusin," jelasnya.

Rahma menuturkan untuk pendapatan sejauh ini masih stabil, dan hari ini katanya ia mendapatkan uang Rp100 ribu.

"Kalau tahun kemarin itu peminat lampu botol menurun karena banyak yang pakai lampu led," jelasnya.

Awal Rahma menjual lampu botol ini sejak tahun 2020

Tumbilotohe Gorontalo dfghdv
TUMBILOTOHE - Lampu botol yang digunakan sebagai tradisi Tumbilotohe di Gorontalo

Di luar kesibukannya di bulan Ramadan, ia mempunya kantin sederhana di rumahnya. 

"Kalau di luar Ramadan, usaha saya berjualan mie goreng, nasi kuning dan pisang goreng," bebernya.

Rahma menyebut untuk mempersiapkan lampu botol dirinya butuh waktu satu bulan. Sebab, masih harus mengumpulkan botol dengan sebanyak mungkin.

"Kami masih kumpul botolnya lalu kami rakit, jadi kami hanya beli sumbunya," terangnya.

Katanya, jika tak laku, lampu botol itu akan ia simpan kemudian dijual kembali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved