Senin, 16 Maret 2026

Ramadan 2025

Pedagang Akui Penjualan Lampu Botol Tumbilotohe Ramadan 2025 Tak Seramai Tahun Lalu

Semangat mereka untuk mencari nafkah di tengah perubahan zaman menjadi gambaran ketahanan dan keuletan masyarakat Gorontalo.(*)

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pedagang Akui Penjualan Lampu Botol Tumbilotohe Ramadan 2025 Tak Seramai Tahun Lalu
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
PEDAGANG LAMPU BOTOL--Pedagang lampu botol di Kota Gorontalo mulai menjamur, namun saat ini kebanyakan pedagang mengeluhkan adanya pembeli yang berkurang. Mereka berharap tahun ini dagangnya laku, Selasa (19/3/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Menjelang perayaan tradisi timbilotohe atau malam pasang lampu, pedagang lampu botol mulai bermunculan di berbagai kawasan Kota Gorontalo.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, para pedagang mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat.

Pantauan Tribun Gorontalo pada Rabu (19/3/2025) di Jalan Sam Ratulangi, Kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo, menunjukkan para pedagang sudah mulai berjualan sejak siang hingga sore hari.

Salah satunya adalah Maryam Cikilo, yang telah berjualan lampu botol selama 16 tahun.

"Biasanya, menjelang malam pasang lampu, banyak yang borong, tapi tahun ini sepi," ujar Maryam dengan nada sedih.

Baca juga: BMKG Sebut Curah Hujan di Gorontalo Masih Kategori Menengah, Warga Diminta Tetap Waspada!

Menurutnya, penurunan pembeli disebabkan oleh semakin banyaknya warga yang beralih ke lampu LED dan lampu hias listrik.

Namun, ia tetap bersyukur dengan hasil yang didapatkan dari berjualan lampu botol meskipun keuntungannya tidak menentu.

Harga Lampu Botol Beragam, Pedagang Tetap Berusaha Bertahan

Maryam menjual lampu botol dengan harga Rp5.000 per lima botol, sementara sumbu dijual Rp10.000 per sepuluh sumbu.

Pedagang lainnya, Asna, yang juga berjualan di Kompleks Pasar Sentral, menawarkan harga bervariasi.

Lampu botol dengan penutup dijual Rp5.000 per empat botol, sedangkan lampu botol loga-loga dihargai Rp1.000 per botol.

"Saya sudah empat hari berjualan, biasanya saya punya tempat sendiri, tapi tahun ini saya pindah karena lokasi lama sudah dikontrak orang lain," kata Asna.

Baca juga: Miris! Tiga Bocah SD di Nekat Curi Motor, Tertangkap Warga saat Jam Sahur

Sama seperti Maryam, Asna juga merasakan penurunan pembeli karena masyarakat lebih memilih lampu berbasis listrik.

Namun, ia tetap semangat berjualan demi menghidupi keluarganya.

Sementara itu, Rahma Napu (34), warga Limboto, yang setiap tahun berjualan lampu botol, juga berbagi pengalaman serupa. Ia membuka lapak di ujung Jalan Jenderal Sudirman sejak pukul 09.00 hingga 18.30 Wita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved