Rabu, 18 Maret 2026

Ramadan 2025

Pedagang Akui Penjualan Lampu Botol Tumbilotohe Ramadan 2025 Tak Seramai Tahun Lalu

Semangat mereka untuk mencari nafkah di tengah perubahan zaman menjadi gambaran ketahanan dan keuletan masyarakat Gorontalo.(*)

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pedagang Akui Penjualan Lampu Botol Tumbilotohe Ramadan 2025 Tak Seramai Tahun Lalu
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
PEDAGANG LAMPU BOTOL--Pedagang lampu botol di Kota Gorontalo mulai menjamur, namun saat ini kebanyakan pedagang mengeluhkan adanya pembeli yang berkurang. Mereka berharap tahun ini dagangnya laku, Selasa (19/3/2025). 

Di tempatnya, lampu botol dijual dengan harga Rp10.000 untuk delapan botol dan Rp10.000 untuk sepuluh botol, tergantung jenis dan modelnya.

"Kalau yang pakai penutup dan yang segi empat, harganya beda. Sumbu juga saya jual dengan harga bervariasi," jelas Rahma.

Rahma menuturkan bahwa meskipun permintaan lampu botol cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir, pendapatannya masih stabil.

Dalam sehari, ia bisa mendapatkan Rp100.000, meskipun angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain berjualan lampu botol, Rahma juga memiliki usaha kantin sederhana di rumahnya. "Di luar Ramadan, saya jualan mie goreng, nasi kuning, dan pisang goreng," ujarnya.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Rahma dan pedagang lainnya adalah cuaca yang sering hujan.

Hal ini membuat pembeli enggan keluar rumah untuk membeli lampu botol.

"Kalau hujan, pasti pembeli berkurang. Tapi saya tetap semangat karena ini untuk kebutuhan keluarga, terutama anak-anak saya yang masih sekolah," kata Rahma.

Ia berharap, seiring mendekatnya perayaan timbilotohe, permintaan lampu botol kembali meningkat.

"Biasanya, sepuluh hari sebelum Lebaran baru ramai pembeli. Semoga dengan adanya festival timbilotohe, dagangan kami laris," harapnya.

Meskipun persaingan dengan lampu modern semakin ketat, pedagang lampu botol di Gorontalo tetap bertahan, menjaga tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Semangat mereka untuk mencari nafkah di tengah perubahan zaman menjadi gambaran ketahanan dan keuletan masyarakat Gorontalo.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved