Warga Bakar Polsek
Warga Geram Bakar Kantor Polsek Gegara ASN yang Dikenal Baik Depresi Dituduh Polisi Curi Handphone
Diketahui seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikenal baik oleh warga sekitar diduga depresi akibat tuduhan dari pihak polisi mencuri handphone.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kebakaran-dfjhdhghj.jpg)
Tribun Lombok masih berusaha mendapatkan keterangan terkait hal ini.
Sosok ASN Rizkil Watoni
Sang ayah Nasruddin menceritakan, Rizkil Watoni adalah sosok pemuda baik yang menjadi tulang punggung keluarga.
Dia merupakan pemuda yang gigih dan berprestasi.
Setelah lulus SMA ia merantau menjadi Pekerja Migran untuk mencari biaya kuliah.
Akhirnya dia mendapatkan beasiswa di salah satu kampus di Malang, Jawa Timur.
Baca juga: Profil Iptu Lusiyanto, Kapolsek Negara Batin Tewas Ditembak di Kepala Ketika Razia Judi Sabung Ayam
Pada 2023, ia lulus menjadi ASN PPPK, menjadi staf teknis di Dinas PUPR Kabupaten Lombok Utara.
Meski sudah menjadi ASN, untuk menopang beban hidup keluarga Rizkil Watoni juga berjualan es keliling setelah pulang dari kantornya.
Di kampung, ia dikenal sebagai pemuda yang taat ibadah.
Dengan kejadian ini, pihak keluarga merasa begitu terpukul.
Kini, Nasruddin dan pihak keluarga berharap agar oknum polisi yang diduga menekan mental anaknya diberhentikan dari instansi kepolisian.
Begitu juga dengan pelaku yang memviralkan video isi CCTV di toko modern tersebut agar dapat ditindak.
"Harapan kami, kami bisa mendapatkan keadilan, oknum aparat yang kami duga menekan anak kami hingga depresi diberhentikan dari kepolisian, lalu yang viralin video itu ditangkap," tegas Nasruddin.
Penjelasan Polisi
Sementara itu saat dikonfirmasi terkait dugaan oknum polisi yang menekan korban sampai depresi, Kasubsi Humas Polres Lombok Utara Ipda Made Wiryawan belum memberikan jawaban.