Minggu, 22 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Dispar Gorontalo Pusatkan Festival Green Tumbilotohe 2025 di Siendeng, Gunakan Tohe Tutu

Festival ini mengusung tema "Kreativitas Berbasis Tradisi, Mendukung Pariwisata Berkelanjutan" sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mempe

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dispar Gorontalo Pusatkan Festival Green Tumbilotohe 2025 di Siendeng, Gunakan Tohe Tutu
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
TUMBILOTOHE GORONTALO -- Abdul Wahab Thomas, Dosen Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengatakan dalam tumbilotohe bermakna religiusitas, nilai kemanusiaan, penghormatan, penghambaan, doa, dan pengharapan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Festival Green Tumbilotohe 2025.

Festival ini mengusung tema "Kreativitas Berbasis Tradisi, Mendukung Pariwisata Berkelanjutan" sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan konsep pariwisata ramah lingkungan.

Festival yang berlangsung pada 26-28 Maret 2025 di Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo ini digelar secara kolaboratif bersama kabupaten dan kota di Gorontalo.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menegaskan bahwa Tumbilotohe, sebagai tradisi penerangan lampu menjelang Idulfitri, memiliki daya tarik besar bagi wisatawan.

“Apalagi jika dikemas dengan baik dan menarik. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari keunikan lokal, tetapi juga event yang mengadaptasi isu-isu global seperti perubahan iklim,” ujar Aryanto.

Festival Green Tumbilotohe tidak sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim melalui konsep green event.

Aryanto menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung peta jalan dekarbonisasi sektor pariwisata dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Tumbilotohe memang unik dan menarik, namun kita tidak bisa menutup mata terhadap dampak lingkungannya, seperti emisi karbon dari bahan bakar minyak tanah, limbah plastik, dan penggunaan listrik yang berlebihan,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Gorontalo mengimbau agar festival ini menggunakan bahan bakar ramah lingkungan dan memperhatikan tata cara pemasangan lampu yang lebih berkelanjutan.

Festival Green Tumbilotohe akan menampilkan lampu botol tradisional khas Gorontalo seperti Tohe Tutu, Padamala, Tonggoloopo, dan Alikusu, yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal turun-temurun.

Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dalam festival ini juga lebih ramah lingkungan, seperti pemanfaatan minyak kelapa sebagai bahan bakar alternatif yang tidak menghasilkan emisi karbon serta penggunaan material yang dapat didaur ulang.

Festival Sarat Nostalgia dan Hiburan Tradisional

Tidak hanya menawarkan keindahan cahaya tradisional, pengunjung juga dapat menikmati berbagai jajanan khas Ramadan yang menggugah selera.

Festival ini juga menghadirkan suasana nostalgia Ramadan tempo dulu dengan permainan tradisional seperti Tengge-Tengge, Bunggo, dan Lompat Tali yang dipadukan dengan dekorasi khas Alanggaya.

Atraksi budaya pun akan turut menyemarakkan acara, termasuk pertunjukan Gambusi, Tari Dana-Dana Dasar, dan Perkusi yang menghadirkan nuansa khas Gorontalo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved