Gempa Bumi
Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Selasa Siang 18 Maret 2025, Cek Info BMKG
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat pada koordinat 1.93 Lintang Utara dan 99.10 Bujur Timur
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2.4 terjadi pada Selasa (18/3/2025) pukul 10:35:10 Wita.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat pada koordinat 1.93 Lintang Utara dan 99.10 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa dengan magnitudo 2.4 tergolong dalam kategori lemah, sehingga kemungkinan besar tidak menimbulkan kerusakan.
Namun, dengan kedalaman hanya 10 kilometer, getaran mungkin tetap dirasakan oleh warga yang berada di dekat episentrum, terutama mereka yang berada di bangunan bertingkat atau tanah lunak.
Baca juga: 5 Saksi Kasus Guru Lecehkan Siswi SMA Bone Bolango Gorontalo Diperiksa Polisi
Wilayah Sumatera dikenal memiliki aktivitas tektonik yang cukup tinggi karena berada di jalur pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.
Sejumlah sesar aktif melintasi kawasan ini, sehingga gempa kecil seperti ini bisa menjadi indikasi adanya pergerakan lempeng yang perlu terus dipantau.
Potensi Gempa Susulan di Wilayah Terdampak
Meskipun magnitudo gempa ini tergolong kecil, wilayah yang mengalami aktivitas seismik seperti ini perlu mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Biasanya, gempa-gempa kecil bisa menjadi tanda pelepasan energi dalam skala kecil, tetapi dalam beberapa kasus, bisa juga menjadi pendahulu bagi gempa yang lebih besar.
Baca juga: FOTO Kondisi Lokasi Longsor di Tenda Gorontalo, 14 Rumah Terdampak
BMKG terus memantau pergerakan sesar di wilayah ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa yang lebih kuat di masa mendatang.
Kedalaman dan Magnitudo: Bagaimana Keduanya Berhubungan?
Kedalaman gempa berperan besar dalam menentukan seberapa kuat dampaknya di permukaan. Gempa dengan kedalaman kurang dari 70 km, seperti yang terjadi kali ini (10 km), dikategorikan sebagai gempa dangkal.
Gempa dangkal cenderung lebih dirasakan oleh penduduk di permukaan, meskipun magnitudonya kecil.
Sebaliknya, gempa yang lebih dalam biasanya memiliki dampak yang lebih luas tetapi getarannya lebih lemah karena energi merambat lebih jauh sebelum mencapai permukaan.
Jika sebuah gempa dangkal memiliki magnitudo yang lebih besar, risikonya bisa jauh lebih tinggi, terutama di daerah padat penduduk dan dengan bangunan yang tidak tahan gempa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INFO-GEMPA-TERKINI-Gempa-Magnitudo-24-Guncang-Sumatera-Warga-Diminta-Tetap-Waspada.jpg)