Festival Obor Gorontalo
Festival Obor 2025 Gorontalo, Menampilkan Karnaval Budaya dengan Berbagai Atraksi Memukau
Festival Obor 2025 yang diinisiasi oleh Pemuda Molosipat W mampu menghipnotis ribuan warga untuk menyaksikan Karnaval Budaya dan Pawai Obor.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Festival-Obor-Gorontalo-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Festival Obor 2025 yang diinisiasi oleh Pemuda Molosipat W mampu menghipnotis ribuan warga untuk menyaksikan Karnaval Budaya dan Pawai Obor.
Dalam Festival Obor 2025 ini berlangsung tepat di jalan Raya Eyato, Kelurahan Molosipat W, Kota Gorontalo
Festival obor ii tidak hanya menampilkan Pawai Obor tetapi banyak beragam atraksi yang memukau.
Dari pantau TribunGorontalo.com di lapangan, Sabtu (15/3/2025) warga mulai memadati lokasi sekiranya pukul 20.00 wita.
Baca juga: Kasatpol PP Kabupaten Gorontalo Angkat Bicara soal Isu Video Mesum di Mobil, Berawal dari Kebijakan
Perlu diketahui Festival Obor ini merupakan tradisi untuk memperingati malam Qunut atau Ramadan ke-15.
Dalam Festival Obor ini tersedia sebanyak 5.000 cup kolak yang menjadi daya Tarik tersendiri bagi para pengunjung yang hadir.
Berbagai pertunjukan yang ditampilkan dalam festival ini, salah satunya pertunjukan Marching Band Gita Civica (MBGC) dari Universitas Negeri Gorontalo.
Lalu disusul dengan parade baju adat dengan berbagai model yang unik dan memukau.
Terlihat antusias warga mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone mereka masing-masing.
Tidak ketinggalan juga penampilan anak-anak dari Taman Pendidikan Alquran (TPQ), remaja masjid serta majelis taklim se Kecamatan Kota Barat untuk mengikuti pawai obor ini.
Terlihat dari raut wajah mereka yang berseri-seri untuk mengikuti kegiatan ini.
Safrin Aditia Ladiku, selaku Ketua Panitia menerangkan bahwa suksesnya kegiatan ini dikarenakan adanya dukungan masyarakat dan perintah.
"Alhamdulillah terlaksanakan kegiatan atas support masyarakat dan pemerintah," ungkapnya saat diwawancarai sejumlah awak media.
Safrin menyebutkan bahwa kegiatan ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana para peserta yang ikut berpartisipasi jumlahnya lebih banyak dan didominasi oleh remah muda serta TPQ.
"Untuk jumlah peserta berbeda dari tahun sebelumnya, karena lebih banyak melibatkan masyarakat, dari remah muda, dan TPQ," bebernya.
Baca juga: 10 Polwan Dipromosi Jadi Kapolres, Ini Daftar Nama dan Profilnya