Sabtu, 7 Maret 2026

Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan, Alvionita Limbotu - Ajak Gen Z Tangguh di Era Digital

Kultum ini menyoroti bagaimana generasi muda, khususnya Generasi Z, dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak tanpa melupakan nilai-nilai agama.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Minarti Mansombo

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Alvionita Limbotu, menyampaikan kultum bertajuk "Gen Z Tangguh di Era Digital: Bijak Bermedia, Kuat Beriman". 

Kultum ini menyoroti bagaimana generasi muda, khususnya Generasi Z, dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak tanpa melupakan nilai-nilai agama.

Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadits IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.

Baca juga: Reti S Mako Warga Desa Biluango Gorontalo Melawan Banjir dan Bertahan di Rumah yang Hampir Runtuh

Baca juga: 30 Rumah di Desa Biluango Kabila Bone Gorontalo Terdampak Longsor, Ada Rumah Menggantung di Tebing

Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.

Dalam kultumnya, Alvionita menekankan pentingnya menjaga waktu dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW:

"Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat." (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)

Hadis ini menjadi pengingat agar kaum Muslim, terutama generasi muda, tidak terjebak dalam kebiasaan menghabiskan waktu dengan scrolling media sosial atau bermain game tanpa tujuan.

Sebaliknya, ia mengajak jamaah untuk menggunakan teknologi sebagai sarana menambah ilmu dan memperbanyak ibadah di bulan Ramadan.

Selain itu, Alvionita juga menyoroti pentingnya menjaga lisan dan jari di media sosial. Ia mengingatkan bahwa dalam era digital, setiap Muslim harus berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan berkomentar di dunia maya. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim)

Ia menegaskan bahwa media sosial seharusnya digunakan untuk menyebarkan kebaikan, bukan sebagai tempat menyebarkan fitnah atau perdebatan yang tidak bermanfaat.

Selain itu, Alvionita juga menyinggung dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental.

Banyak anak muda yang mengalami tekanan karena membandingkan diri mereka dengan kehidupan orang lain di media sosial. Untuk menghindari hal ini, ia mengingatkan jemaah dengan hadis Rasulullah SAW:

Baca juga: 7 Ribu Porsi Kolak Dihidangkan di Festival Obor dan Karnaval Budaya Gorontalo, Bisa Bungkus!

Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Bertemu Ketua BPKP RI, Taget Utama Gorontalo Bersih dari Korupsi

"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian." (HR. Muslim)

Sebagai penutup, Alvionita mengajak seluruh jemaah, khususnya generasi muda, untuk menjadi pribadi yang berkontribusi dalam dunia digital.

Ia mencontohkan banyak anak muda Muslim yang menggunakan platform seperti YouTube dan TikTok untuk berdakwah dan berbagi ilmu dengan cara yang kreatif.

"Jangan hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi jadilah generasi yang mampu menciptakan konten yang bermanfaat," tutupnya (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved