Kultum Milenial
Kultum Milenial Mahasiswa IAIN Gorontalo, Syarief Hidayatullah: Perbaiki Wudu Demi Ibadah Sempurna
Berbicara tentang bulan Ramadan, ini merupakan bulan yang sangat menarik setiap tahunnya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Ramadan adalah momen spesial di mana umat Muslim diwajibkan berpuasa dan melaksanakan salat Tarawih, dengan janji pelipatgandaan pahala dari Allah hingga 700 kali lipat
- Terdapat kecenderungan di masyarakat yang lebih menyukai imam dengan bacaan cepat agar salat Tarawih segera selesai
- Pentingnya Kesempurnaan Wudu: Banyak orang sering mengabaikan ketelitian saat berwudu, padahal wudu yang tidak sah dapat menyebabkan ibadah salat menjadi sia-sia.
TRIBUNGORONTALO.COM – Berbicara tentang bulan Ramadan, ini merupakan bulan yang sangat menarik setiap tahunnya.
Bisa dikatakan bahwa Ramadan adalah semacam "event tahunan" bagi umat Islam di seluruh dunia.
Di mana pun kita berada, sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Hal ini tentu tidak terjadi pada bulan-bulan lainnya.
Selain menjalankan ibadah puasa, di bulan Ramadan kita juga melaksanakan ibadah yang tidak dilakukan di bulan lain, yaitu salat Tarawih.
Dalam pelaksanaannya di masyarakat, sering kita temui bahwa imam yang memimpin salat dengan bacaan cepat biasanya menjadi favorit bagi para jemaah.
Sementara itu, imam yang menyelesaikan salat Tarawih dalam waktu yang lebih lama—misalnya setengah jam, satu jam, atau bahkan lebih—terkadang justru dihindari oleh sebagian jemaah.
Padahal, di bulan Ramadan ini, pahala dari setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pahala suatu kebaikan bisa dilipatgandakan mulai dari 10 kali lipat hingga 700 kali lipat.
Jika kita mencoba menghitung secara sederhana dengan logika manusia, pahala salat berjemaah bernilai 27 derajat.
Jika pahala tersebut dilipatgandakan hingga 700 kali lipat, maka pahala yang kita dapatkan tentu akan sangat besar.
Hal ini pasti akan diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena merupakan janji Allah kepada hamba-Nya, bukan sekadar janji antar-sesama manusia.
Namun, ada satu hal yang sering menjadi kesalahan dan kurang diperhatikan oleh umat Islam, yaitu masalah wudu. Padahal, wudu merupakan salah satu syarat sahnya salat.
Ketika seseorang berwudu, biasanya hal itu dilakukan secara otomatis karena sudah diajarkan dan dibiasakan sejak kecil. Namun, karena sudah terlalu terbiasa, sering kali kita melakukannya dengan kurang teliti sehingga ada bagian anggota wudu yang terlewat.
Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo Hari Ini 10 Maret 2026, SPX Express Cari Driver
Sebagai contoh yang sering kita lihat di masyarakat, ketika seseorang membasuh wajah, biasanya hanya bagian tengah wajah yang terkena air.
Sementara itu, bagian samping dekat telinga atau di sekitar batas tumbuhnya rambut sering kali tidak basah dan tidak dibasuh dengan sempurna.