Sabtu, 7 Maret 2026

Kebakaran Rumah Pilohayanga

Moh Riyaldi Dangkua Polisi di Gorontalo Rela Nyebur Got Demi Padamkan Kebakaran di Pilohayanga

Namun, bukan hanya karena besarnya api yang melalap rumah warga, melainkan aksi heroik tujuh personel Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Goronta

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Moh Riyaldi Dangkua Polisi di Gorontalo Rela Nyebur Got Demi Padamkan Kebakaran di Pilohayanga
FOTO Viral
POLISI CEBUR GOT -- Seorang anggota polisi Gorontalo ceburkan diri ke Got untuk bantu kebakaran di Desa Pilohayanga, Rabu (12/3/2025), 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebuah insiden kebakaran yang terjadi di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Rabu (12/3/2025), menyita perhatian publik.

Namun, bukan hanya karena besarnya api yang melalap rumah warga, melainkan aksi heroik tujuh personel Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo yang turut berjibaku membantu pemadaman.

Di tengah kepanikan, salah satu anggota polisi, Bripka Moh Riyaldi Dangkua atau yang akrab disapa Onal, bahkan nekat menceburkan diri ke dalam got.

Langkah itu bukan tanpa alasan. Bagi Onal, waktu adalah hal paling berharga saat kebakaran terjadi.

Baca juga: Kue Karawo Gorontalo Laku Keras saat Ramadan, Icha Cookies Kewalahan Penuhi Permintaan Pelanggan

Kejadian bermula saat Onal bersama enam rekannya tengah melakukan patroli jalan raya (PJR) di sepanjang Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

Patroli ini dilakukan selama bulan Ramadan untuk mencegah aksi balap liar yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Saat tiba di simpang tiga Desa Pilohayanga, mereka dikejutkan oleh seorang pria yang berlari ke arah mereka tanpa mengenakan baju, berteriak meminta pertolongan.

"Tolong-tolong, Pak!" teriak pria itu, seperti yang diceritakan Onal kepada TribunGorontalo.com.

Tanpa pikir panjang, mereka langsung membelokkan kendaraan ke arah lokasi yang ditunjuk.

Baca juga: Driver Ojek Online Maxim di Gorontalo tak Terlalu Berharap THR: Kalau Ada, Syukur!

Begitu tiba, pemandangan yang mengerikan tersaji di depan mata mereka—sebuah rumah kayu dan bambu telah dilahap api, dan nyala api semakin membesar akibat tiupan angin.

Menyadari bahwa sumber air terdekat adalah sebuah got di sekitar lokasi, Onal dan rekan-rekannya menggunakan ember seadanya untuk menimba air.

Namun, antrean warga yang ikut membantu membuat proses ini terasa lambat.

Tak ingin membuang waktu, Onal mengambil keputusan nekat—melompat langsung ke dalam got.

"Saya enggak peduli seberapa dalam got itu. Yang ada di pikiran saya cuma bagaimana caranya air bisa lebih cepat sampai ke api," ujarnya.

Dengan seragam dinas yang masih melekat di tubuhnya, Onal merendam dirinya hingga sebatas pinggang di dalam got yang berlumpur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved