Longsor Gorontalo
Antisipasi Longsor Susulan di Kelurahan Tenda Gorontalo, Alat Berat Bakal Standby
Diketahui longsor terus terjadi di wilayah tersebut, mengancam pemukiman warga akibat kondisi tanah yang labil dan minimnya vegetasi penahan.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LONGSOR-Warga-Tenda-Kota-Gorontalo-mengeluhkan-lambanya-respon-pemerintah.jpg)
Rupanya, longsor tak hanya terjadi di Kelurahan Tenda. Beberapa meter dari kelurahan itu, terjadi pula longsor, bahkan sudah berlangsung sembilan bulan lamanya.
Kejadian dialami warga di Puncak Lotu, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Warga di kelurahan ini hidup dalam ketidakpastian akibat longsor yang terus mengancam permukiman mereka.
Kondisi ini semakin parah setelah longsor susulan yang terjadi pada Selasa, 4 Februari 2025, memperburuk dampak yang sebelumnya telah dirasakan sejak 7 Juni 2024.
Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan bahwa longsor tersebut berasal dari bukit curam di belakang rumah warga.
Erosi tanah yang terjadi menyebabkan material longsoran berupa pasir dan tanah menimbun permukiman, bahkan hingga mencapai atap rumah.
Beberapa bagian bukit juga tampak gundul, memperlihatkan struktur tanah yang rentan terhadap longsor susulan.
Tritanti Maruf, salah satu warga terdampak, mengungkapkan kepedihannya setelah rumah yang baru saja direnovasi hancur akibat longsor.
Ia kehilangan hampir seluruh harta bendanya, termasuk peralatan rumah tangga dan barang dagangan yang menjadi sumber mata pencahariannya.
"Sebelumnya longsornya cuma sedikit, tehel rumah masih kelihatan, tapi longsor susulan ini sudah parah, pasir tanah sampai di atas atap," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com saat ditemui, Jumat (7/3/2025). (*)