Minggu, 15 Maret 2026

Longsor Gorontalo

9 Bulan Rumah Warga Talumolo Gorontalo Tertimbun Longsor, Pemerintah Datang Foto-foto

Kondisi ini semakin parah setelah longsor susulan yang terjadi pada Selasa, 4 Februari 2025, memperburuk dampak yang sebelumnya telah dirasakan sejak

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 9 Bulan Rumah Warga Talumolo Gorontalo Tertimbun Longsor, Pemerintah Datang Foto-foto
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
LONGSOR LOTU - Kondisi rumah di Puncak Lotu, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Jumat (21/3/2025). Salah satu warga mengaku menyayangkan tak ada perhatian pemerintah. Foto (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo – Sudah sembilan bulan lamanya warga di Puncak Lotu, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, hidup dalam ketidakpastian akibat longsor yang terus mengancam permukiman mereka.

Kondisi ini semakin parah setelah longsor susulan yang terjadi pada Selasa, 4 Februari 2025, memperburuk dampak yang sebelumnya telah dirasakan sejak 7 Juni 2024.

Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan bahwa longsor tersebut berasal dari bukit curam di belakang rumah warga.

Erosi tanah yang terjadi menyebabkan material longsoran berupa pasir dan tanah menimbun permukiman, bahkan hingga mencapai atap rumah.

Beberapa bagian bukit juga tampak gundul, memperlihatkan struktur tanah yang rentan terhadap longsor susulan.

Tritanti Maruf, salah satu warga terdampak, mengungkapkan kepedihannya setelah rumah yang baru saja direnovasi hancur akibat longsor.

Ia kehilangan hampir seluruh harta bendanya, termasuk peralatan rumah tangga dan barang dagangan yang menjadi sumber mata pencahariannya.

"Sebelumnya longsornya cuma sedikit, tehel rumah masih kelihatan, tapi longsor susulan ini sudah parah, pasir tanah sampai di atas atap," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com saat ditemui, Jumat (7/3/2025).

"Semua barang saya tidak ada yang selamat, kulkas dua, televisi, sofa, springbed, lemari, salon, pokoknya semua di dalam rumah. Bahkan kucing anggora saya ada tujuh ekor, semuanya mati tertimbun. Yang tersisa hanya baju di badan," tambahnya.

Tidak hanya kehilangan rumah dan barang berharga, Tritanti bersama suami dan dua anaknya kini harus tinggal di sebuah gubuk kecil dekat Pertamina Talumolo dengan biaya kontrak Rp350 ribu.

"Saya kan jualan kue, semua bahan-bahan saya tertimbun longsor. Ini longsor besar, tapi Basarnas saja tidak pernah datang ke sini. Itu saja minta pertolongan air tangki ada bayar, kami bayar," jelasnya

"Sampai sekarang belum dapat bantuan, ada dari pemerintah datang foto-foto, tapi tidak ada bantuannya," kata Tritanti dengan kecewa.

Trianti berharap di Puncak Lotu ada tindakan nyata dari pemerintah untuk membantu mereka yang terdampak longsor.

Selain bantuan langsung, mereka juga menginginkan agar alat besar jenis excavator didatangkan untuk membersihkan material longsor.

"Solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko longsor yang bisa terjadi kembali," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved